Pimpinan DPRK Kunjungi Korban Kebakaran di Gampong Beurawee

Pimpinan DPRK Kunjungi Korban Kebakaran di Gampong Beurawee
Pimpinan DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar dan Usman, didampingi oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Gampong Beurawe, Senin (31/08/2021).

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengunjungi korban kebakaran di Lorong Masjid Gampong Beurawe sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Senin (30/8/2021).

Mereka yang datang, yaitu Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, Wakil Ketua I Usman, serta didampingi oleh Kabag Hukum Humas dan Persidangan, Yusnardi.

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Beurawe hingga menimbulkan korban jiwa pasangan suami istri. Menurut Farid, api sangat cepat melahap rumah yang terbuat dari kayu tersebut hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

“Masyarakat sudah berusaha membantu, termasuk bantuan armada pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh, gampong sudah berupaya dengan maksimal untuk memadamkan api. Namun, karena terjadi begitu cepat sehingga api melalap habis dua rumah warga,” kata Farid didampingi Wakil Ketua I DPRK, Usman.

Farid mengatakan, meskipun musibah yang tidak bisa diprediksi, ia berharap kepada warga agar terus waspada dan menjaga diri.

“Nanti tindak lanjut ini, kita harap Pemko Banda Aceh dan aparatur gampong bisa bermusyawarah kembali agar dapat dicarikan solusi terbaik untuk meringankan beban keluarga yang mengalami musibah,” tuturnya.

Keuchik Beurawee, H Amri, mengungkapkan, musibah itu terjadi sekitar pukul 03.00 pagi, dirinya bersama warga sudah berusaha untuk membantu korban yang terperangkap dalam rumah, dan mencari bantuan lainnya, hingga pemadam kebakaran pun datang dan berhasil memadamkan api, tetapi korban tidak bisa diselamatkan lagi.

“Kami sudah berusaha membantu, karena apinya sangat besar, kami masuk pun tidak bisa lagi, yang di dalam pun tidak bisa keluar,” katanya.

Sementara isi rumah kata Amri juga tidak bisa diselamatkan karena api terus membesar dan menjalar ke rumah sebelahnya.

Anis, salah seorang kerabat keluarga korban mengaku sempat mendengar suara dari korban sambil berteriak “bangun kebakaran” dengan suara sangat keras. Kemudian dia langsung bangun dan melihat ke arah jendela rumah korban sambil melihat api yang besar dan memanggil warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran.

“Sepuluh menit setelah saya telepon pemadam, pemadam langsung datang, hingga api baru bisa dipadamkan menjelang subuh,” ungkapnya.[]

Rubrik

Komentar

Loading...