Pimpinan Dayah dan Ormas Tolak Kegiatan MPTT-I, Dewan Aceh Singkil: Itu Miskomunikasi

Pimpinan Dayah dan Ormas Tolak Kegiatan MPTT-I, Dewan Aceh Singkil: Itu Miskomunikasi

BERITAKINI.CO, Singkil | Anggota DPRK Aceh Singkil Al-Hidayat Bancin menilai reaksi penolakan atas kegiatan MPTT-I di Aceh Singkil hanyalah dipicu faktor miskomunikasi. Terutama di antara penggagas penolakan dengan para pimpinan dayah, ormas, dan tokoh masyarakat.

"Saya melihat ada miskomunikasi antara penggagas dengan pimpinan dayah (ulama), ormas dan masyakarat, sehingga mereka ikut membubuhi tandatangani terkait penolakan itu," katanya Al-Hidayat, Sabtu malam (21/11/2020).

Dia mengungkapkan, reaksi tersebut telah menimbulkan polemik sepanjang empat hari terakhir. “Bahkan telah membuat suasana sedikit 'panas',” katanya.

“Berdasarkan itulah saya menelusuri apa sebetulnya yang terjadi, sehingga muncul penolakan itu, karena dalam hati saya pasti ada sesuatu yang tidak utuh diterima oleh yang ikut menandatangani karena tidak mungkin ulama menolak kegiatan Zikir.”

Lihat juga: Pimpinan Dayah dan Ormas di Aceh Singkil Minta Bupati Hentikan Kegiatan MPTT-I

Kemarin, kata politisi PBB itu, dia akhirnya mendapatkan jawaban dari beberapa orang yang turut menandatangani surat penolakan tersebut.

“Benar adanya, ternyata miskomunikasi. Informasi yang saya terima, misalnya, soal alokasi anggaran APBK Rp 1 miliar pada 2021 untuk kegiatan zikir. Uang itu seakan-akan bakal dikelola oleh orang luar Aceh Singkil. Sementara anggaran untuk dayah tidak ada," katanya.

Selain itu, kata dia, informasi yang diperolehnya, proses penandatanganan itu bukan berdasarkan duduk mufakat dan musyawarah, akan tetapi datangi satu persatu sambil berbincang-bincang.

"Kalau sepakat, ikut menandatangani, itu pun tidak melampirkan redaksi atau poin-poin yang akan dibubuhkan dalam surat yang akan dilayangkan," kata Al-Hidayat.

Untuk itu Al-Hidayat menilai penggagas penolakan tersebut seperti mengelabui ulama untuk mendapat dukungan.

Menurut Al-Hidayat, kegiatan muzakarah bukanlah hal baru di Aceh, juga Indonesia.

Kegiatan ini sudah pernah berlangsung di beberapa provinsi lainnya di tanah air, seperti di Gorontalo, Bogor, Batam. Bahkan di luar negeri seperti di Malaysia.

Nah pengurus MPTT-I di Aceh Singkil ingin menyelenggarakan di Aceh Singkil untuk syiar Islam. Sebelumnya, pemda telah menganggarkan dana pada 2020, namun terkena refocusing karena Covid-19,” katanya.

Lihat: Diminta Hentikan Kegiatan MPTT-I dan Batalkan Anggaran Muzakarah, Ini Kata Bupati Aceh Singkil

“Maka tahun 2021 dianggarkan kembali Rp 1 miliar untuk Muzakarah Internasional yang di selenggarakan MPTT-I Aceh Singkil.”

Dia mengatakan, MPU Aceh memang telah meminta Pemerintah Aceh untuk menghentikan semua kegiatan MPTT-I.

“Namun hingga saat ini keputusan gubernur Aceh belum keluar, untuk itulah Pemda Aceh Singkil tetap menganggarkan.”

Al-Hidayat pun berharap persoalan tersebut tak perlu dibesar-besarkan.

Para pihak diminta untuk menahan diri karena masih bisa diselesaikan dengan arif dan bijaksana untuk kepentingan syiar.

“Kami juga meminta pemerintah melalui MPU Aceh Singkil segera memediasi kedua belah pihak demi kebaikan bersama,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...