Pilkada Serentak Aceh 2022 Masih Terkatung-katung, Pengamat: Eksekutif Seperti Buang Badan

Pilkada Serentak Aceh 2022 Masih Terkatung-katung, Pengamat: Eksekutif Seperti Buang Badan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Fajran Zain menilai ketidakpastian pelaksanaan Pilkada Aceh tahun 2022 disebabkan kurang kuatnya dorongan stakeholder, terutama eksekutif yang dipimpin Nova Iriansyah.

Menurutnya, sejauh ini Nova Iriansyah tidak pernah buka suara terkait Pilkada 2022.

“Padahal jika saja Pilkada dilaksanakan tahun 2022, ada keuntungan besar bagi Nova Iriansyah selaku incumbent,” kata Fajran kepada BERITAKINI.CO, Selasa (9/3/2021).

"Jika ingin terjun lagi dengan posisi dia sebagai incumbent, maka peluang besar untuk memenangkan pilkada tahun 2022."

Namun masalahnya, lanjut Fajran, eksekutif seperti buang badan.

“Seolah-olah pilkada bukan kepentingan dia, namun kepentingan partai lokal dan kepentingan kelompok-kelompok lainnya,” kata Fajran.

Dia menjelaskan saat ini Mendagri hanya membaca “arah angin”. Kalau di Aceh terlihat dorongan kuat, terutama dari eksekutif dan legislatif, maka pilkada bisa dijalankan dan juga sebaliknya.

"Namun hingga saat ini belum adanya ‘sense of crisis’ yang dimiliki bersama-sama, apalagi  dari eksekutif itu sangat minim," ujarnya.

Dia pun menilai Pilkada 2022 berpotensi tidak bisa dilaksanakan.

Terlebih tahapan seharusnya telah dimulai dalam dua pekan ke depan.

"Memang sangat berat, dua hari lalu ketua KIP juga sudah bilang, kalau tidak ada anggaran, Pilkada Aceh sangatlah berat untuk dilaksanakan," ujarnya.

"Tapi kembali lagi pada peran eksekutif kita yang tak acuh ini.”

Rubrik

Komentar

Loading...