Pilkada Diseragamkan dengan Nasional, Komisi I DPRA: Pusat Mengolok-olok Aceh Karena Kita Tak Kompak

Pilkada Diseragamkan dengan Nasional, Komisi I DPRA: Pusat Mengolok-olok Aceh Karena Kita Tak Kompak

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah pusat telah menegaskan bahwa Pilkada Aceh diselenggarakan serentak dengan program nasional yakni pada 2024.

Hal itu disampaikan Kemendagri melalui surat Dirjen Otda kepada gubernur Aceh pada 16 April 2021 lalu.

Kendati Aceh memiliki UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA, yang juga mengatur norma pelaksanaan pilkada, tapi pemerintah pusat mendorong pelaksanaan Pilkada Aceh tetap mengacu pada UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada. 

Kebijakan ini pun dinilai sebagai bentuk kesewenangan Pemerintah Pusat atas Aceh yang memiliki kewenangan khusus. Bahkan, pusat dinilai sudah mengolok-olok Aceh atas kekhususan yang dimiliki tersebut.

Ketua Komisi I DPRA M Yunus mengatakan, hal itu bisa bebas dilakukan pemerintah pusat lantaran stakeholder di Aceh tak kompak dan komit dengan UUPA.

“Ya sehingga mereka (Jakarta) berani mengotak-atik kekhususan Aceh mengenai Pilkada,” katanya, Kamis (22/4/2021).

Di Aceh, kata Yunus, para stakeholder saling menyalahkan sehingga membuka peluang serta keberanian pusat mengabaikan kekhususan Aceh. 

Dia menjelaskan untuk langkah selanjutnya pihaknya hanya menunggu keputusan yang disampaikan oleh Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin selaku pimpinan yang sedang memperjuangkan amanah kekhususan.

“Karena kita sudah serahkan semua ke tingkat pimpinan, kemarin ketua juga sudah jumpa Menkopolhukam, namun yang sakitnya setelah ketua datang ke sana, surat itu keluar. Ini persis seperti kejadian saat kita Komisi I menyuarakan Pilkada hingga ke pusat, memang begitu kelakuan pemerintah pusat, sudah mengolok-olokan kita,” ujarnya.

Bahkan mengenai surat Dirjen Otda Kemendagri tersebut, kata Yunus, pihaknya baru mengetahuinya hari ini, padahalnya jelas dikatakan bahwa surat itu sampai tanggal 16 april 2021 dengan tembusan kepada ketua DPRA.

“Ini kan lucu, katanya sampai tanggal 16, tapi bocornya ke DPRA hari ini,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...