Pidie Zona Merah, Aktivitas Belajar akan Kembali Dilakukan Daring

Pidie Zona Merah, Aktivitas Belajar akan Kembali Dilakukan Daring
Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud

BERITAKINI.CO, Sigli | Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pidie meminta dinas terkait untuk mengkaji kembali proses belajar mengajar tatap muka menyusul Kabupaten Pidie masuk dalam zona rawan menyebaran virus Conona atau zona merah.

Proses belajar mengajar pun akan dikembalikan ke sistem daring.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, pengalihan balajar tatap muka ke belajar daring merupakan sebuah konsekuensi dari perubahan tren kasus konfirmasi positif Covid-19 di Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.

Sebelumnya, Kabupaten Pidie salah satu daerah aman Covid-19 atau zona hijau.

Namun semakin hari, kasus konfirmasi positif terus bertambah. Kini telah mencapai 41 kasus, di mana enam di antaranya meninggal, tujuh dirawat, sembilan isolasi mandiri, dan 19 kasus lainnya sembuh.

Selain itu, tim gugus juga mencatat 51 kasus suspek atau yang dicurigai terinfeksi virus asal Wuhan, China tersebut.

“Sebelumnya kan kita mengambil sikap belajar tatap muka dengan catatan tetap mengkuti tren, dan saat ini tren di Aceh semakin meningkat dan keterangan dari tim covid provinsi, Pidie zona merah,” kata Fadhlullah, Jumat (4/9/2020).

“Maka sudah konsekuensi logis harus kita pilih kembali belajar daring.”

Sejauh ini pihak dinas dan intansi teknis kabarnya sedang melakukan pembahasan mekanisme proses belajar sistem daring tersebut.

“Saya sedang menunggu hasil pembahasan oleh pihak yang bertanggungjawab dalam bidang pendidikan untuk proses belajar daring ini dan hari ini harus sudah ada keputusan,” katanya.

Sejauh ini, semua jenjang pendidikan di Kabupaten Pidie masih melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.

Tenaga pengajar dan siswa diminta taat pada protokol kesehatan, seperti memakai masker, pengecekan suhu tubuh secara berkala, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

Rubrik

Komentar

Loading...