Pidie Gagal Dapat Dana Insentif Daerah Empat Kali, MPI KNPI: Uang yang Ada Saja Tak Bisa Dihabiskan

Pidie Gagal Dapat Dana Insentif Daerah Empat Kali, MPI KNPI: Uang yang Ada Saja Tak Bisa Dihabiskan

BERITAKINI.CO, Sigli | Sejumlah pihak di Kabupaten Pidie ikut prihatin dengan kinerja pemerintah daerah tersebut. Terutama dalam hal meningkatkan sumber-sumber pendapatan.

Bayangkan, sudah empat tahun berturut-turut, Pemerintah Pidie gagal mendapatkan dana  insentif daerah yang nilainya puluhan miliar.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Pidie, Zuhri Maulidinsyah mengatakan, fenomena itu menandakan pemerintah daerah tak belajar dari pengalaman.

“Seharusnya pimpinan daerah cepat tanggap ketika tahu tahun lalu tidak mendapatkan suntikan dana prestasi itu, langsung lakukan evaluasi dan ambil kebijakan,” katanya, Rabu (21/10/2020).

"Keledai saja tahu evaluasi kinerja, hingga tidak jatuh ke lobang yang sama.”

Zuhri menduga, aparatur pemerintah di Kabupaten Pidie selama ini bekerja tanpa memiliki platform yang jelas dan terarah.

Banyak kepala dinas maupun pejabat dalam lingkup Pemkab Pidie "tidak mampu" bekerja secara baik dan normal.

Kerja pejabat yang tidak terarah, kata dia, mengakibatkan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie tahun lalu tidak terserap optimal sehingga menyisakan Rp 124 miliar.

"Uang yang sudah ada saja tidak mampu dihabiskan, makanya untuk apa DID itu, mungkin paham mereka seperti itu," ucap Zuhri.

Pengaruh lain, kata Zuhri, penempatan pejabat selama ini sudah tidak lagi berorientasi pada kinerja, namun sudah mengacu pada faktor kedekatan dengan sosok tertentu untuk mengamankan jabatan yang diembannya.

"Bupati yang bertanggungjawab untuk segera evaluasi para pejabat yang tidak mampu bekerja dan tidak efektif bekerja sama," kata Zuhri.

Proses evaluasi juga akan berjalan maksimal jika bupati dan wakil bupati sinergis, jika tidak tentu akan sulit melakukan evaluasi kinerja.

"Jika bupati dan wakil bupati tidak besirnergi, senang banget birokrat," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...