Petani Pidie Kembangkan Tanaman Jambu Kristal, Labanya Menjanjikan

Petani Pidie Kembangkan Tanaman Jambu Kristal, Labanya Menjanjikan

BERITAKINI.CO, Sigli | Jambu kristal (psidium guajava) adalah varietas jambu tanpa biji yang sekarang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Jambu asal Taiwan tersebut memiliki buah dengan rasanya yang segar, nikmat, dengan biji yang sangat minim-bahkan hampir tanpa biji- dan daging yang sangat tebal.

Tanaman ini termasuk salah satu jenis tumbuhan yang rajin berbuah dan bahkan tidak mengenal musim. Perawatannya juga tergolong tidak sulit. Hanya membutuhkan waktu depalan bulan, jambu kristal biasanya sudah bisa dipanen.

Tanaman buah berbatang keras ini baik ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Selain dikebunkan secara besar–besaran, dapat juga dibudidayakan dengan cara menanam hambu kristal Dalam pot dipekarangan rumah.

Dalam dua tahun belakangan beberapa petani kebun di Gampong Kupula Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie sudah mulai membudidayakan jambu kristal ini.

Hasilnya ternyata sangat mengembirakan, dari sekitar 4 hektar lahan bekas kebun pisang yang kemudian dialihkan untuk dikembangkan jambu kristal bisa menghasilkan 300-400 kilogram dalam sekali panen.

"Dalam satu minggu kami lakukan dua kali panen dan sekali panen menghasilkan 400 kg, " kata Acek (50), petani jambu kriatal di Gampong Kupula Tanjong, Padang Tiji, Senin (15/7/2019).

Berawal dari ribuan bibit yang dipasok dari Pulau Jawa, kini untuk memperluas area jambu kristal di kawasan itu, Acek sudah bisa melakukan pencangkokan.

"Dulu beli bibit dari Jakarta, sekarang sudah bisa kita cangkok," katanya semberi menunjukkan area yang baru pengembangan jambu kristal.

Untuk pemasaran, jambu non biji ini tergolong mudah dan tinggi peminat. Biasanya ada agen dari Medan yang menampung hasil panen.

Petani jambu melepas Rp 15 ribu per kilogramnya. Barang yang sudah dipetik dan disortir kemudian dipaking sebelum dikirim ke luar kota.

"Ada juga agen dari Banda Aceh minta dikirimkan," katanya.

Kehadiran kebun jambu kristal juga membuka peluang tenaga kerja bagi warga sekitar, enam orang dilibatkan untuk sekali penen dan penyortiran jambu.

"Setengah hari, ibu-ibu yang petik jambu kita bayar Rp 60 ribu per orang," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...