Petani Pidie Dihukum Enam Bulan Penjara Gegara Aliri Listrik di Pagar Kebun Hingga Tewaskan Gajah Liar

Petani Pidie Dihukum Enam Bulan Penjara Gegara Aliri Listrik di Pagar Kebun Hingga Tewaskan Gajah Liar

BERITAKINI.CO, Sigli | Bustami (33) petani Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie divonis bersalah melakukan tindak pidana atas kematian satwa dilindungi (gajah) di kawasan itu beberapa waktu lalu.

Atas perbuatanya, Bustami dijatuhi hukum berupa pidana penjara selama enam bulan, denda Rp 3 juta, subsider dua bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Dahnir yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Kamis (18/2/2021) menjelaskan, vonis yang dijatuhi majelis hakim PN Sigli lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, jaksa menunut Bustamin dengan dengan Pasal 40 Ayat (4) Jo Pasal 21 Ayat (2) Huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

"Kami menuntut terdakwa 8 bulan karena kelalaiannya, menyebabkan matinya satwa yang dilindungi," kata Dahnir, Kamis (18/2/2021).

Lihat: Gajah Liar Ditemukan Mati di Kebun Warga Pidie

Sebelumnya, Bustami diamankan polisi karena diduga terlibat kasus kematian gajah di kebunnya beberapa waktu lalu.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian saat itu mengatakan, penangkapan Bustami dilakukan menindak lanjuti laporan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

BKSDA Aceh sebelumnya malaporkan kasus kematian gajah di pengunungan Mila kepada polisi, setelah hasil autopsi dan pengecekan ke lapangan menunjukkan bahwa hewan dilindungi itu terbunuh karena kesetrum kawat yang dialiri listrik.

Bustami mengakui, dirinya bersama dua temanya yang masuk DPO sengaja memasang kawat yang sudah dialiri listrik tersebut untuk menjaga tanaman cabai dan tumbuhan produktif lain dalam kebun tersebut dari gajah liar.

Rubrik

Komentar

Loading...