Petani Kopi Menangis Minta Eksekutif-Legislatif Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo Rp 1 Triliun

Petani Kopi Menangis Minta Eksekutif-Legislatif Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo Rp 1 Triliun
Ilustrasi kopi

BERITAKINI.CO, Redelong | Petani Kopi Menangis (PKM) mendesak eksekutif-legislatif Bener Meriah untuk menagih janji Presiden Jokowi membeli komoditi kopi Gayo senilai Rp 1 triliun.

Hal itu merupakan satu dari enam tuntutan PKM yang juga telah disampaikan dalam serangkaian aksi demonstrasi beberapa hari lalu.

Nasri Gayo, mewakili PKM mengatakan, seperti halnya yang disampaikan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Presiden Jokowi telah berjanji akan membeli kopi petani Gayo senilai Rp 1 triliun atau Rp 55 ribu per kilogram.

“Kita memberikan waktu kepada eksekutif dan legislatif untuk menyurati Presiden Jokowi dalam waktu dua minggu, jika dalam dua minggu ini belum menyurati Presiden, maka kita akan melakukan aksi besar-besaran,” kata Nasri Gayo dalam pertemuan audiensi dengan Pemerintah dan DPRK Bener Meriah, Senin (26/10/2020).

Dari unsur eksekutif hadir antara lain Kadis Pertanian Nurisman, Kadis Koperasi Abadi, Kadis Perdagangan Sayutiman, dan Kabag Perekonomian Setdakab Bener Meriah Zulfikar Ahmad. Adapun kalangan legislative masing-masing, Herman Ali dan Junaidi.

Nasri Gayo mengatakan, PKM sebetulnya telah merencanakan aksi besar-besaran pada Selasa, 27 Oktober 2020.

“Kami menganggap pihak eksekutif tidak menanggapi tuntutan kami sebelumnya. Jadi untuk hari ini mereka meminta melakukan audiensi bersama, sehingga dari hasil audiensi untuk aksi besok kita tunda,” katanya.

Sementara Kabag Perekonomian Setdakab Bener Meriah Zulfikar Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyurati Presiden Jokowi pada 22 Juli 2020 melalui surat Nomor 460/1297 perihal Antisipasi Dampak Sosial di Bener Meriah.

“Memang kita layangkan surat itu tidak berkaitan dengan janji pak Jokowi, namun dalam isi surat tersebut, kita meminta bantuan kepada presiden untuk turut mengantisipasi munculnya dampak yang diperkirakan akan terjadi saat panen raya kopi,” katanya.

Namun, sampai saat ini Presiden Jokowi belum membalas surat tersebut secara resmi.

Meski pada 4 Oktober 2020 lalu, perusahaan multi nasional dari Jakarta didampingi BUMD Provinsi Aceh melakukan pemetaan di Bener Meriah.

“Mereka menghubungi gubernur Aceh untuk meminta didampingi oleh BUMD Provinsi Aceh untuk datang ke Aceh Tengah dan Bener Meriah melakukan pemetaan permasalahan kopi,” ujarnya.

Ditambahkan, saat itu pihaknya telah menyampaikan persoalan-persoalan yang dihadapi petani terkait harga kopi saat ini anjlok akibat pandemi.

“Saya tidak mengetahui apakah itu terkait surat yang kita layangkan pada 22 Juli 2020 kepada Presiden. Mereka juga mempertanyakan jumlah luas wilayah kopi. Intinya mereka ingin mengetahui persoalan yang dihadapi para petani kopi,” ungkapnya.

Lihta juga: Dewan Minta Pemerintah Aceh dan Pemkab Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo Rp 1 Triliun  

“Kalau saya lihat kedatangan mereka atas perintah, tapi kita tidak tahu perintah dari mana. Mereka juga meminta usulan-usulan apa yang kita minta terkait masalah kopi ini.”

Sementara itu, terkait permintaan masyarakat PKM untuk menyurati Jokowi, pihaknya dalam waktu dekat akan melayangkan surat tersebut kepada Presiden.

“Surat itu akan kita layangkan kembali melalui Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Kita berharap surat tersebut dapat ditanggapi oleh pak Jokowi,” kata Zulfikar Ahmad.

Rubrik

Komentar

Loading...