Pertama Kalinya Sejak 30 Tahun, Emirates Group Rugi!

Pertama Kalinya Sejak 30 Tahun, Emirates Group Rugi!
Dubai Emirates - Istimewa

BERITAKINI.CO | Emirates Group mencatat kerugian tengah tahun untuk pertama kalinya selama lebih dari 30 tahun senilai US$3,8 miliar.

Chairman dan Chief Executive Emirates Airline dan Group Yang Mulia (YM) Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum menjelaskan telah mengawali tahun fiskal ini di tengah lockdown global,
ketika lalu lintas penumpang udara terhenti total.

Pada periode pandemi ini, Emirates Group mencatat pendapatan turun sebesar 74 persen menjadi AED13,7 miliar (US$3,7 miliar) dan mengalami kerugian sebesar AED14,1 miliar
(US$3.8 miliar) setelah tahun lalu mencatat laba sebesar AED1,2 miliar (US$320 juta).

Kerugian untuk pertama kalinya ini dipengaruhi oleh pembatasan penerbangan dan perjalanan di seluruh dunia yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Dalam situasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri penerbangan dan perjalanan, Emirates Group mencatat kerugian tengah tahun untuk pertama kalinya dalam lebih dari 30
tahun,”ujarnya melalui siaran pers, Kamis (12/11/2020).

Meski demikian dia meyakinkan bahwa Emirates dan dnata beradaptasi dengan cepat untuk melayani permintaan kargo dan berbagai peluang lainnya. Hal ini telah membantu perusahaan
memulihkan pendapatan dari nol menjadi 26 persen dibandingkan dengan posisi pada waktu yang sama tahun lalu.

Menurutnya memang tidak ada yang bisa memprediksikan masa depan tetapi dia tetap mengharapkan pemulihan yang cepat dalam permintaan perjalanan begitu vaksin Covid-19
tersedia dan sedang mempersiapkan diri untuk melayani peningkatan tersebut.

Saat ini pihaknya cukup berhasil memanfaatkan cadangan kas yang kuat untuk memastikan masih memiliki akses ke pendanaan yang cukup dalam menopang seluruh bisnis untuk
melewati waktu yang menantang ini.

Pada setengah tahun pertama 2020/2021, pemegang saham telah menyuntikkan dana senilai US$2 miliar ke Emirates melalui investasi ekuitas guna mendukung pemulihan.

Rubrik
Sumber
ekonomi.bisnis.com

Komentar

Loading...