Perpanjangan Operasional Perbankan Konvensional di Aceh, Waled Husaini: Jika Kita Jauhi Riba, Allah akan Membantu

Perpanjangan Operasional Perbankan Konvensional di Aceh, Waled Husaini: Jika Kita Jauhi Riba, Allah akan Membantu

BERITAKINI.CO, Jantho | Pemerintah Aceh mengaku sedang mengkaji waktu yang tepat untuk penerapan sistem syariah terhadap semua lembaga keuangan di Aceh.

Kendati Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) telah mengatur bahwa pada 2022 mendatang, semua lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh, harus sudah dengan sistem syariah.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku harus menampung aspirasi dari berbagai kalangan terkait timming penerapan sistem Syariah tersebut. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin pagi (29/12/2020).

Sementara Ulama Aceh Besar Waled Husaini A Wahab menilai Pemerintah Aceh tidak perlu menunda penerapan Qanun LKS tersebut, terutama terkait pemberlakuan syariah terhadap operasional lembaga keuangan tersebut.

Justru dengan menunda pelaksanaan qanun, kata dia, menjadi indikasi bahwa pemerintah ragu-ragu dalam melakukan perubahan di Aceh.

"Khususnya perubahan bank konvensional menjadi bank syariah, terlepas adanya ketidaksiapan teknis dan sebagainya, 2022 nanti semua bank di Aceh harus benar-benar syariah semuanya," kata Waled Husaini yang juga wakil bupati Aceh Besar ini.

"Memang terkadang untuk menuju perubahan itu ada kendala-kendala yang dihadapi, apalagi untuk urusan yang seperti ini, pasti ada pro-kontra."

Lanjutnya, jika sejak awal Pemerintah Aceh dan DPRA telah menyepakati dan mengesahkan aturan sebagaimana diatur pada Qanun LKS tersebut, dan tentu itu harus dijalankan.

Lagi pun, kata Waled, qanun tersebut juga telah memberikan tenggat waktu bagi perbankan untuk menyiapkan sistem syariahnya hingga 2022.

"Saya rasa dengan sisa waktu yang ada ini, sejumlah bank yang ingin beroperasi di Aceh, harus mematangkan sistem dan teknis pelaksanaan perbankan syariahnya," kata Waled Husaini.

"Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat, apakah itu terkait ATM yang bermasalah, atau sistem transaksi tunai lainnya yang berkenaan dengan syariah."

Untuk itu, Waled Husaini berharap Pemerintah Aceh untuk terus menjalankan regulasi-regulasi yang telah dibuat.

"Jika kita berniat baik untuk menjalankan hukum Allah (menjauhi riba), Insya Allah, Allah akan bantu kita dalam menuju kebaikan itu," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...