Perempuan yang Nilep Duit Klinik di Banda Aceh Dituntut 5 Tahun Penjara

Perempuan yang Nilep Duit Klinik di Banda Aceh Dituntut 5 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut Suci Rahayu, terdakwa penggelapan uang klinik Anugerah Ayah Bunda di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, yang diestimasi mencapai Rp 1 miliar, lima tahun penjara.

Tuntutan dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (21/4/2021).

Lihat: Wow, Karyawan Kepercayaan Diduga Gelapkan Duit Klinik Hingga Rp 1 Miliar di Banda Aceh

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan primer dan menjatuhkan pidana penjara kepada Suci Rahayu selama 5 tahun, dikurangi masa tahanan,” kata JPU Yuni Rahayu.

Jaksa menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, seperti yang diatur dalam Pasal 374 KUHP. Di mana Suci melakukan penggelapan tersebut saat dia masih tercatat sebagai karyawan di Klinik Anugerah Ayah Bunda.

Adapun penerapan hukuman maksimal dalam penuntutannya, lantaran JPU menilai tiga hal yang memberatkan perempuan asal Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar itu.

Pertama, kata JPU, dia telah menimbulkan kerugian bagi korban, kedua telah menikmati uang tersebut, dan ketiga tidak terus terang di dalam persidangan.

Sementara satu-satunya hal yang meringankannya hanyalah karena Suci belum pernah dihukum sebelumnya.

JPU juga meminta majelis hakim untuk mengabulkan sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari terdakwa dikembalikan kepada saksi korban Ulfah Wijaya Kusumah.

Adapun barang bukti tersebut di antaranya, Honda Vario, gelang emas 13,3 gram, gelang emas 11,6 gram, cicin emas 3,3 gram, cincin emas 5 gram, laptop merk HP, laptop merk Tosibha, sepeda lipat, sepeda gunung, satu set vacum cleaner, satu set alat sauna, 25 tas, lima pasang sendal dan sepatu, 28 helai pakaian wanita, empat set alat terapi wajah, satu set mic portable, satu set alat pelurus rambut, satu alat pijat pinggang, satu lampu tidur, satu botol obat diet organic apple, satu masker wajah, dua set lilin terapi, satu alat penecek suhu tubuh, tiga kotak face shield, satu face shield warna hitam, satu set tempat HP, satu gantungan jilban, dan satu korset pinggang.

Menanggapi tuntutan JPU, kuasa hukum terdakwa mengatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis (pledoi) pada sidang berikutnya.

Sementara terdakwa mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas III Lhoknga.

Suci Rahayu, terdakwa penggelapan duit klinik yang diestimasi mencapai Rp 1 miliar

Lihat: Didakwa Gelapkan Rp 1 Miliar Duit Klinik di Banda Aceh, Suci Rahayu Ngakunya Hanya Nilep Sekedar untuk Jajan!

Selanjutnya, majelis hakim yang diketuai oleh Nurmiati didampingi Eti Astuti dan Safri, masing-masing hakim anggota, memberikan waktu satu minggu bagi terdakwa menyiapkan pembelaannya.

Sidang pun ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 28 April 2021. 

Seperti diketahui, dalam persidangan sebelumnya, Suci Rahayu telah mengakui jika dia menggelapkan duit klinik tersebut.

Tapi dia berkilah bahwa nilai yang digelapkan tak mencapai Rp 1 miliar.

Dia menyebut hanya menilep duit tempat dia bekerja itu sekedar untuk jajan.

Rubrik

Komentar

Loading...