Peredaran Narkoba Kian Marak, BNNK Pidie: Ada Ibu yang Minta Anaknya Ditembak Mati

Peredaran Narkoba Kian Marak, BNNK Pidie: Ada Ibu yang Minta Anaknya Ditembak Mati

BERITAKINI.CO, Sigli | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie menyebutkan peredaran narkoba di Kabupaten Pidie kian mengkhawatirkan, terutama karena saat ini terditeksi ada puluhan anggota jaringan pengedar barang haram itu yang beroperasi di kabupaten tersebut.

Mereka aktif melakukan peredaran narkoba, dan mendapat pasokan dari luar Aceh.

Kondisi ini telah membuat masyarakat Pidie seperti dikepung oleh ancaman narkoba.

“Hingga saat ini sudah 2.516 warga Pidie menderita ganguan kejiwaan dan mayoritas karena penyalahgunaan narkoba,” kata Kepala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo saat penyempaian Implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Rancana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Selasa (10/9/2019).

Parahnya lagi, kata Werdha, menurut survei yang dilakukan BNN dan LIPI tentang ketahanan kabupaten/kota terhadap bahaya narkoba, Kabupaten Pidie termasuk daerah yang tidak merespon.

Meski pemerintah kabupaten sendiri sudah menendaklanjuti instruksi presiden tersebut dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Pidie Nomor 127 Tahun 2018 tentang Narkoba.

Namun kondisi saat ini, masyarakat, geuchiek dan sejumlah tokoh di kampung masih takut kepada bandar dan pengedar narkoba, sehingga mereka (pengedar) masih leluasa memasarkan narkoba di tengah-tengah masyarakat.

“Tidak perlu takut kepada mereka, takutlah kepada Allah. Makanya kami berharap perangkat segera menyusun qanun tentang gampong dan buat setegas mungkin, sebagai upaya kita memerangi narkoba,” ujarnya.

Werdha juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pidie termasuk kabupaten termiskin di Provinsi Aceh, sehingga masyarakat belum menjadikan narkoba sebagai masalah yang serius dan dibutuhkan penanganan segera.

“Stigma masyarakat tentang rehabilitasi masih kurang, pada hampir tiap hari ada orang tua mengadu ke BNNK Pidie agar menangkap anaknya, bahkan ada ibu-ibu yang meminta untuk menembak mati anaknya, karena memang para orang tua mulai putus asa terhadap kondidisi anaknya yang terkena pengaruh narkoba,” kata Werdha.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...