Peredaran 18 Kg Sabu di Medan Digagalkan, Satu Warga Aceh Utara Tewas

Peredaran 18 Kg Sabu di Medan Digagalkan, Satu Warga Aceh Utara Tewas
Tersangka Pengedar Sabu di Medan. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

BERITAKINI.CO | Polisi menggagalkan peredaran 18 Kg sabu di Medan sekitarnya. Enam tersangka disergap, seorang di antaranya ditembak mati.

Enam tersangka yang disergap yakni JSP (51) dan CP (31), warga Tanjung Balai; SP (36), warga Medan Perjuangan, serta IB (25), (21), dan RMN (30), warga Aceh Utara.

"Karena berusaha menyerang petugas dengan sajam, tersangka RMN terpaksa ditembak dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RS," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Senin, 5 Oktober 2020.

Riko memaparkan, peredaran 18 Kg sabu ini digagalkan setelah mereka menerima informasi mengenai adanya distribusi narkoba jenis sabu yang masuk ke Kota Medan melalui Tanjung Balai pada Selasa (29/9). Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan penyamaran. Petugas melakukan undercover buy.

Dari operasi penyamaran itu, petugas membekuk 3 tersangka, yakni JSP, CP dan SP dengan barang bukti 4 Kg narkoba jenis sabu. Ketiganya mengaku masih ada sabu yang disimpan di salah satu kamar di Mes Pemkot Tanjung Balai di Jalan Karya Jaya, Medan Johor.

"Setelah ditindaklanjuti, kita menemukan barang bukti lain berupa 5 Kg sabu dalam lima bungkus kemasan yang disimpan di dalam kamar Mes milik Pemkot Tanjungbalai," papar Riko.

Tidak berhenti di sana, pengembangan terus dilakukan. Petugas juga mendapatkan informasi mengenai adanya pengiriman sabu ke Medan melalui Dumai, Sabtu (3/10).

Setelah melakukan penyelidikan, petugas menangkap tersangka IB di salah satu pool Bus Bintang Utara di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Dari tangannya disita 1 Kg sabu.

IB mengakui masih ada temannya yang membawa sabu dari Dumai ke Medan. Informasi ini berbuah pada penyergapan tersangka MK dan RMN di Jalan Gatot Subroto, Medan. Dari mereka disita 8 Kg sabu. Namun RMN melakukan perlawanan hingga ditembak mati.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman maksimal hukuman mati," tutup Rico.

Rubrik
Sumber
Merdeka.com

Komentar

Loading...