Perbankan Syariah di Aceh, Irwandi: Jangan hanya Kulitnya, Sementara Produk dan Servicenya Konvensional

Perbankan Syariah di Aceh, Irwandi: Jangan hanya Kulitnya, Sementara Produk dan Servicenya Konvensional

Banda Aceh | Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menginstruksikan Bank Aceh Syariah beroperasi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam agama Islam.

Semangat menjalankan ekonomi syariah harus diikuti dengan sistem pengawasan dan kehati-hatian untuk memastikan tujuan dari keberadaan perbankan syariah bisa tercapai.

Hal itu disampaikan Irwandi dalam sambutannya, saat menerima kunjungan Tim Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Selasa (20/3/2018).

“Setiap transaksi di perbankan syariah harus sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariat Islam. Kita tidak mau kulitnya saja Syariah tapi produk dan servicenya kovensional,” tegas Irwandi.

Gubernur mengatakan, sejak Syariat Islam diberlakukan di Aceh, maka sejak saat itu semua umat Islam Aceh dituntut untuk secara bertahap dapat menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam aspek ekonomi.

“Ekonomi Islam tentu tidak asing dengan berbagai bentuk kearifan lokal Aceh yang terkait dengan hubungan mu’amalah antar sesama warga. Hal ini dikarenakan nilai-nilai Islam sudah lebih dahulu menyatu dan integral dengan setiap gerak dan nafas masyarakat yang tercermin dari pola interaksi antara warga juga dalam adat istiadat dan tradisi masyarakat Aceh,” kata Irwandi.

Untuk diketahui bersama, sebagai pedoman sekaligus acuan agar keberadaan lembaga perbankan syariah bisa semakin bermakna dan membawa manfaat bagi masyarakat, Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah.

Sejalan dengan hal tersebut, maka keberadaan lembaga keuangan/perbankan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah menjadi suatu keharusan.

“Karena itu, pada Oktober tahun lalu Pemerintah Aceh resmi mengkonversi bank milik Pemerintah Aceh, yaitu Bank Aceh, menjadi Bank Aceh Syariah. Terima Kasih kepada Abu Doto, gubernur pendahulu saya yang telah melakukan konversi ini,” sambung Irwandi.

“Alhamdulillah, konversi Bank Aceh mampu mendukung pertumbuhan kinerja perbankan syariah hingga mampu menembus angka psikologis 5 persen, dari total aset perbankan nasional.”

Untuk diketahui, Bank Aceh merupakan bank milik pemerintah daerah pertama yang beralih menjadi bank syariah. Saat ini, sejumlah pemerintah provinsi lain juga berkomitmen untuk mengikuti langkah konversi Bank Aceh. Di antaranya Pemprov Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Riau.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite DPD RI Ayi Hambali mengungkapkan bahwa tujuan kunjungan kerja ke Aceh adalah untuk mendapatkan masukan dan saran terkait dengan operasional perbankan syariah di Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank Indonesia, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh serta perwakilan perbankan syariah di Aceh.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...