Perbaiki Relasi Eksekutif-Legislatif, Nova Dinilai Perlu Evaluasi Internal

Perbaiki Relasi Eksekutif-Legislatif, Nova Dinilai Perlu Evaluasi Internal
M Fauzan Febriansyah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Nova Iriansyah dinilai perlu melakukan evaluasi internal dengan menempatkan sumber daya yang memiliki kompetensi, terutama untuk memperbaiki relasi buruk eksekutif-legislatif selama ini.

Hal ini dianggap penting, karena disharmoni yang terbangun selama ini, telah berdampak langsung pada rakyat.

“Jadi, pelantikan Nova Iriansyah sebagai gubernur definitif dalam paripurna DPRA tersebut harus jadi momentum memperbaiki hubungan,” kata M Fauzan Febriansyah, politisi muda Aceh, Kamis (5/11/2020).

Selain itu, kata Fauzan, dengan menjadi gubernur definitif, Nova kini memiliki kewenangan jauh lebih besar dan leluasa.

“Maka kerja dan kinerjanya harus semakin baik. Karena rakyat Aceh berharap pemerintah kali ini bisa sukses melahirkan kebijakan dan legacy pembangunan yang membanggakan rakyat,” katanya.

“Jadikan momentum ini untuk mendorong gerak cepat dan berhenti bertindak gak jelas. Artinya kerja Pemerintah Aceh harus makin cepat dengan lompatan-lompatan besar mewujudkan visi misi Aceh Hebat dan berhenti untuk mengulang blunder komunikasi dengan legislatif.”

Hubungan eksekutif dan legislatif, kata Fauzan, sangat penting. Karena membangun Aceh haruslah dengan semangat kebersamaan.

 “Harus kompak semua lini dan sektor. Tanpa itu mustahil Aceh bisa maju. Maka eksekutif dan legislatif kita minta untuk berhenti melakukan blunder komunikasi, apalagi mengedepankan ego masing-masing yang hanya merugikan rakyat Aceh dan agenda pembangunan,” katanya.

Fauzan mencontohkan ihwal realisasi APBA 2020 yang hingga saat ini masih rendah.

“Daya serap anggaran APBA 2020 hingga awal November masih sangat rendah. Karena itu, ada dua langkah yang harus dilakukan segera dalam waktu dekat ini. Pertama evaluasi tim internal. Masalahnya ada di mana? Kalau masalahnya di birokrasi, ya ganti dengan yang bisa gerak cepat,” katanya.

“Kedua duduk bersama legislatif yang tujuannya mendorong agenda-agenda Aceh Hebat yang belum terlaksana dapat segera terwujud.”

Nova dinilai tak perlu kaku, dan hanya perlu melakukan pendekatan-pendekatan sederhana.

“Saya yakin kesan yang timbul akan berbeda apabila dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Karena dalam banyak pengalaman komunikasi politik, suasana politik cair bukan di atas podium pidato atau temu formal. Tapi bisa lewat peristiwa politik nasi goreng atau pertemuan MRT (merujuk pada pertemuan Jokowi-Prabowo paska pilpres lalu),” katanya

Nova, kata Fauzan, perlu untuk turun langsung dalam membangun komunikasi.

“Tangani langsung, dan hadir langsung. Jangan lagi mengandalkan 'seulangke’, middle man atau perwakilan.” | M Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...