Perambah Hutan Lindung Ditangkap di Aceh Selatan

Perambah Hutan Lindung Ditangkap di Aceh Selatan
Petugas gabungan mengamankan sejumlah kayu olahan | BERITAKINI.CO/Yurisman

BERITAKINI.CO, Tapaktuan | Aparat gubungan KPH, TNI dan Polri menangkap dua pelaku perambah hutan dan mengamankan beberapa kubik kayu olehan dan peralatan yang digunakan pelaku, Senin (2/10/2017).

Penangkapan itu terjadi di kawasan pegunungan Jambo Batee, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Pantauan di lapangan, selain terjadinya penebangan liar, di lokasi itu juga dilakukan pengerukan badan gunung.

"Kami hanya bekerja disini, yang punya lahan kabarnya pak bupati," kata salah seorang pekerja di lahan tersebut saat ditanyai wartawan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam, Irwandi M Pante yang turun langsung memimpin operasi tersebut mengaku belum tahu siapa pemilik lahan tersebut. Namun dia mengakui lahan yang dirambah itu masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Kita sudah lihat langsung hutan ini sudah dirambah. Kita akan menindak tegas siapapun pelakunya," kata Irwandi M Pante.

Menurut Irwandi, aksi perambahan hutan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.

Sebab, sesuai data peta yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan, kawasan tersebut masuk dalam hutan lindung.

"Jika memang dikatakan ada pemiliknya, nanti kita akan periksa,” katanya.

Ditanyai mengenai luas lahan yang dirambah, Irwandi M Pante mengaku belum bisa menghitung.

"Hasil JPS titik koordinatnya masuk kawasan hutan lindung. Hari ini kita akan menyita barang bukti berupa kayu, Chain Saw, kunci beco, dan mengamankan dua orang pekerja," ungkapnya.

Barang bukti berikut pekerja tersebut, lanjut Irwandi, akan diserahkan ke Polres Aceh Selatan guna pengusutan lebih lanjut.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...