Penyidik Limpahkan Berkas Kasus Limbah B3 ke Kejari Aceh Barat

Penyidik Limpahkan Berkas Kasus Limbah B3 ke Kejari Aceh Barat
Polisi menyegel bangunan penyimpanan limbah Rumah Sakit Harapan Sehat. | Foto: AJNN.NET

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat, melimpahkan berkas penyidikan kasus dugaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik tiga rumah sakit di wilayah itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

 Baca: Pengelolaan Limbah Diduga Tak Sesuai Standar, Penyidik Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

"Ya, hari ini kita menyerahkan ke kejaksaan untuk proses tahap selanjutnya," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Isral, Senin (22/10/2018).

Kata Isral, penyerahan berkas dilakukan terpisah. Hari ini, penyidik menyerahkan berkas dua tersangka yakni rumah Sakit Swasta Harapan Sehat dan Montela.

"Kalau RSUD CND akan kita serahkan pada Selasa besok (23/10/2018)," sebutnya.

Isra mengatakan, berkasa perkara yang diserahkan ke Kejari Aceh Barat masih tahap 1 (P18), sehingga pihaknya harus menunggu selama 14 hari untuk kelanjutannya.

"Kalau ada berkas yang kurang, maka akan dikembalikan ke kita," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus limbah medis yang ditempatkan tidak sesuai SOP. Mereka masing-masing Direktur RSU-CND Meulaboh, Dr. Furqansyah; Direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Dr Teuku Rahmat Iriansyah; dan pemilik Rumah Sakit Swasta Montela, Syarifah Meri Mirna. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...