Penyatuan Sistem, 1,8 Juta Nasabah di Aceh Perlu Migrasi ke BSI

Penyatuan Sistem, 1,8 Juta Nasabah di Aceh Perlu Migrasi ke BSI

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh dalam proses penyatuan sistem yang diperkirakan dimulai pada Juni 2021.

Adapun penyatuan meliputi sistem tiga bank syariah salami ini yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Jadi nanti tidak ada beda sistem lagi, kalau sudah gabung jadi satu sistem Bank Syariah Indonesia (BSI)," kata CEO Regional BSI Aceh, Nana Hendriana saat bincang-bincang dengan wartawan di Banda Aceh, Kamis (8/4/2021).

Penyatuan sistem tersebut, kata Nana, memerlukan partisipasi para nasabah tiga bank tersebut.

“Ada sebanyak 1,8 hingga 2 juta rekening masyarakat Aceh harus dimigrasi ke Bank Syariah Indonesia,” katanya.

"Kalau sistemnya tetap sama seperti migrasi konvensional ke syariah tempo lalu." 

BSI, kata Nana, akan terus melakukan sosialisasi secara resmi kepada nasabah melalui berbagai media, baliho-baliho dan lainnya.

"Oleh karena itu kita juga sangat butuh peran media nantinya, agar apa yang kita sampaikan bisa tersalurkan dengan baik kepada masyarakat," katanya.

Dia melanjutkan untuk Aceh ada tiga area manager BSI yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh.

Dari keseluruhan area tersebut BSI mempunyai 217 cabang untuk memudahkan migrasi.

"Jadi tidak perlu khawatir lagi, kita sudah kontrol semuanya, Insya Allah akan berjalan dengan baik, jika ada masalah nanti dari satu cabang, masyarakat bisa beralih ke cabang lainya," katanya.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki media sosial resmi yaitu Twitter dan Facebook yang menampilkan berbagai informasi.

"Melalui media itu masyarakat bisa menyampaikan berbagai macam keluhannya. Insya Allah tim kita akan merespon dengan baik setiap keluhan nasabah," katanya.

Nana mengatakan, saat proses transisi, biasanya seiring muncul oknum yang tidak bertanggungjawab mengatasnamakan BSI untuk penipuan, yang mengirim pesan meminta nomor KTP, PIN, nomor ATM dan lainnya.

"Maka diharapkan nasabah selalu berhati-hati, jika masih ragu bisa dilaporkan atau ditanyakan terlebih dahulu kepada tim kami, bisa melalui media sosial atau langsung ke kantor BSI," katanya. 

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...