Penyandang Disabilitas Dapat Didampingi ke Bilik Suara

Penyandang Disabilitas Dapat Didampingi ke Bilik Suara

BERITAKINI.CO, Sigli | Komisi Pemilihan Umum ( KPU) membuat kebijakan khusus untuk menjamin dipenuhinya hak pilih warga penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus pada Pemilu 2019.

Salah satu­nya, mengizinkan penyandang disabilitas didampingi saat pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Para penyandang disabilitas dibolehkan membawa pendamping saat proses pencoblosan surat suara di TPS," kata Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Sry Wahyuza, Sabtu (9/3/2019).

Kebijakan itu, kata dia, tertuang dalam Peraturan KPU Pasal 44 poin b yang menyebutkan bagi pemilih yang tidak memiliki dua belah tangan dan tunanetra pendamping yang ditunjuk mambantu mencoblos surat suara sesuai kehendak pemilih.

"Pendamping merupakan orang kepercayaan pemilih dan bisa merahasiakan suara pemilih. Pendamping juga wajib menandatangani surat pernyataan fomulir Model C3-KPU, " kata Wahyuza di sela-sela sosialisasi Pemilu 2019 kepada pemilih disabilitas dan pemilih perempuan di Aula Depag Kabupaten Pidie.

Meski bisa dibawa ikut dalam bilik suara, kata dia, para pendamping tidak dibenarkan mengarahkan panyandang disabilitas untuk memilih calon tertentu agar dicoblos.

Pendamping hanya memberikan pemahaman tentang para calon yang akan dipilih pada tanggal 17 April 2019. Mengarahkan pemilih agar mencoblos tepat pada lokasi suara sah.

"Sebelum mencoblos, mereka diarahkan ke papan informasi di TPS," ujarnya.

Dalam rekapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (PPTP-2) tahun 2018, terdapat 1297 pemilih disabilitas di Kabupaten Pidie yang terdiri 393 pemilih tuna daksa; 150 pemilih tuna netra; 250 pemilih tuna rungu atau wicara; 339 pemilih tuna grahita; dan 165 pemilih disabilitas lain.

Rubrik

Komentar

Loading...