Penumpang Kapal Feri Melahirkan di Ruang Tunggu Pelabuhan Singkil Tanpa Bantuan Medis, Bayinya Meninggal

Penumpang Kapal Feri Melahirkan di Ruang Tunggu Pelabuhan Singkil Tanpa Bantuan Medis, Bayinya Meninggal

BERITAKINI.CO, Singkil | Seorang penumpang kapal penyeberangan, Yustina Culo (25), terpaksa melahirkan di ruang tunggu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Singkil.

Mirisnya, proses persalinan berlangsung tanpa bantuan medis. Bayi yang dilahirkan pun meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun, bersama suaminya Tawari Hia (27) dan seorang anak mereka yang masih berusia 1,5 tahun, Yustina yang tengah hamil tua, itu hendak berangkat ke Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Senin, 27 Juli 2020.

Dia berniat menjalani proses persalinan di kampung halamannya itu.

Namun, satu keluarga itu tertahan di Pelabuhan Aceh Singkil. Mereka tak dibenarkan menyeberang lantaran tak memiliki surat keterangan rapid test.

Bersama para penumpang yang bernasib serupa, pasutri itu pun batal berangkat menunju Gunungsitoli.

Mereka terpaksa menginap di ruang tunggu penumpang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Singkil, di Pulo Sarok.

Pada Selasa dini hari, 28 Juli 2020, Yustina pun melahirkan seorang diri tanpa bantuan medis.

Anak yang lahir berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal dunia.

Yustina lantas dievakuasi ke Puskesmas Singkil dengan mobil ambulans Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mendapatkan proses perawatan persalinan.

Pada Rabu, 29 Juli 2020, mereka pun akhirnya diberangkatkan ke Gunungsitoli dengan KMP Teluk Singkil.

Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil Dahrijal menjelaskan, pihaknya menahan penumpang kapal untuk tidak diberangkatkan karena mengacu pada peraturan daerah.

"Baik via Singkil maupun via Sibolga menuju Gunungsitoli, kalau tidak punya surat keterangan negatif rapid test, penumpang tidak diberangkatkan," ujarnya, kemarin.

Dia mengungkapkan ada banyak penumpang yang hendak berangkat ke Kepulauan Nias, namun balik arah akibat tidak memiliki kelengkapan surat kesehatan tersebut.

Namun sebanyak 12 penumpang, termasuk keluarga Yustina, yang sempat bertahan di pelabuhan itu akhirnya bisa diberangkatkan atas tanggungjawab kepala Pelabuhan Penyeberangan Gunungsitoli.

Manajer Tekhnik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Singkil Syahrul mengatakan hal senada.

“Para penumpang yang tertahan karena kita menjalankan aturan yang telah ditetapkan daerah setempat. Hal itu juga atas persetujuan regulator, dari pihak pelabuhan penyeberangan. Kewenangan kami hanya sebtas itu," katanya.

Rubrik
BANK ACEH IDUL ADHA

Komentar

Loading...