Penularan Covid-19 Kian Tak Terkendali, DPRA: Saatnya Evaluasi Menyeluruh, Tak Cukup Nulis Puisi di Media

Penularan Covid-19 Kian Tak Terkendali, DPRA: Saatnya Evaluasi Menyeluruh, Tak Cukup Nulis Puisi di Media

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh belum juga bisa mengendalikan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hingga kemarin, Minggu, 13 September 2020, virus asal Wuhan, China itu telah menginfeksi total 2.739 orang. Sebanyak 700 di antaranya sembuh, dan 93 meninggal dunia.

Kondisi ini semakin mengerikan karena Pemerintah Aceh dinilai seperti tidak punya sense of crisis dalam terhadap pandemi.

"Pemerintah Aceh seperti tidak punya rencana aksi yang jelas dan terkesan main-main dengan nyawa rakyatnya," kata Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin.

Karena kondisi semakin memburuk, DPRA pun menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di Aceh

Dimulai dari membuka seluruh informasi kepada masyarakat, seperti kondisi rumah sakit, tenaga medis, dan kondisi lainnya.

Mengaktifkan kembali Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dari kabupaten, kecamatan, hingga ke gampong. Melibatkan semua pihak dalam penanganan Covid-19 seperti unversitas, polisi, TNI, ormas, LSM, para ahli, ulama dan tokoh masyarakat.

Kemudian meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan semua Forkopimda di semua level tingkatan pemerintah. Memberlakukan pembatasan fisik secara massal atau PSBB.

"Melakukan tes swab massal sesuai dengan standar WHO dan lakukan pencarian dan karantina orang-orang yang suspek. Bangun dan tetapkan rumah karantina di setiap kabupaten dan kota lalu merekrut relawan untuk melakukan dan pencarian suspek corona," katanya.

Lihat juga: Penularan Corona Kian Mengerikan, DPRA: Pemerintah Aceh Terkesan Main-main dengan Nyawa Rakyat

Pemerintah Aceh juga diminta membangun dan menetapkan rumah sakit darurat khasus untuk Covid-19, membangun laboratorium di setiap regional wilayah yang ada di Aceh.

"Juga harus memberi perhatian khusus kepada seluruh tenaga medis kesehatan di Aceh. Perhatian tidak cukup hanya menulis puisi di media. Mereka adalah pejuang yang hari ini sedang berperang untuk menyelamatkan nyawa rakyat Aceh," katanya.

Komentar

Loading...