Penolakan PT. EMM, Pemerintah Aceh Surati BKPM

Penolakan PT. EMM, Pemerintah Aceh Surati BKPM

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh telah menyurati Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk meminta klarifikasi penerbitan izin penambangan milik PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kabupaten Nagan Raya.

“Kita sudah mempelajari dan menyurati beberapa pihak, termasuk BKPM," kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Sabtu malam (13/10/2018), usai lepas sambut Kajati Aceh di pendopo gubernur Aceh.

Kata Nova, dalam surat tersebut pemerintah Aceh meminta BKPM untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan serta kronologi keluarnya izin pertambangan itu.

“Rekomendasi ini dikeluarkan oleh bupati Nagan Raya yang lama, bupati sekarang juga telah meminta klarifikasi ini. Kalau sudah ada hasil nanti akan diumumkan kepada publik,” kata Nova.

Diketahui, masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, menolak adanya operasi tambang yang dilakukan PT EMM di daerah tersebut.

PT EMM akan melakukan eksploitasi tambang dengan luas 10.000 Hektare, dengan mencakup dua kabupaten, yakni kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Selain masyarakat, penolakan juga dilakukan oleh mashasiswa asal Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Anggota DPD RI Perwakilan Aceh H Rafli Kande secara tegas juga menyatakan menolak kehadiran PT Emas Mineral Murni (EMM). Menurutny, kehadiran PT EMM berdampak negatif terhadap lingkungan hidup dan secara berkelanjutan akan menimbulkan bencana ekologis kepada masyarakat.

Rubrik

Komentar

Loading...