Pengurus MAA Pijay Ini Keluhkan Uang Jerih Belum Dibayar Selama 7 Bulan

Pengurus MAA Pijay Ini Keluhkan Uang Jerih Belum Dibayar Selama 7 Bulan

BERITAKINI.CO, Meureudu | Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Pidie Jaya mengaku kecewa kerena sudah selama 7 bulan uang jerihnya tak juga dibayar.

Salah seorang pengurus MAA Pidie Jaya Tgk muhammad Daod mengatakan, jerih tersebut terhitung sejak Januari 2017.

"Saat ini kami tidak lagi menerima jerih, dan jika pun dibayar, jerih kami dipotong-potong, jatah jerih kami yang sesuai dengan yang kami teken seharusnya Rp 750 ribu per bulan, namun kami terima RP 650 ribu,” katanya, Selasa (3/10/2017).

Kata Tgk Daod, sedikitnya ada 14 pengurus MMA Pidie Jaya lainnya yang mengalami nasib serupa.

"Anehnya lagi, saat kami masuk kantor, kepala mengatakan untuk saat ini kita dilarang masuk dengan alasan kami tidak jelas. ‘Apa yang tidak jelas?’," kata Tgk Daod.

Tgk Muhammad Daod  berharap ketua MAA bisa memberikan penjelasan mengapa pihaknya dilarang masuk kantor.

"Kata ketua MAA, nanti kami akan dipanggil kembali kalau sudah jelas hasil rapat, tapi kenapa sampai sekarang belum ada kepastian," katanya.

Sementara Sekretaris MAA Pidie Jaya, Armia menyatakan bahwa SK ke 15 orang pengurus tersebut telah berakhir. Saat ini pihaknya sedang mencari dana untuk membuat musda.

"Benar pengurus itu SK-nya sudah mati sejak Mei 2017. Masalah gaji kalau tidak salah sekitar dua bulan lagi yang belum terbayar, tetapi itu akan kita bayar nantinya kalau sudah ada kegiatan," sebutnya.

Rubrik

Komentar

Loading...