Penggantian Pejabat, Mukhlis Mukhtar: Zaini Abdullah Ibarat Mentalak Isteri yang Sedang Hamil

Penggantian Pejabat, Mukhlis Mukhtar: Zaini Abdullah Ibarat Mentalak Isteri yang Sedang Hamil
Praktisi Hukum Mukhlis Mukhtar (Foto: The Globe Jurnal)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Praktisi Hukum Mukhlis Mukhtar menilai, kebijakan penggantian pejabat yang dilakukan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dapat ditinjau dari dua aspek yakni hukum dan etika politik.

Secara hukum, katanya, dalam UUPA disebutkan bahwa gubernur bukan hanya kepala daerah, melainkan juga wakil pemerintah pusat di daerah.

Seperti juga dalam sumpah jabatannya gubernur diharuskan menghormati UUPA dan menghormati UU lain. "Silakan dicek sumpah jabatannya," kata Mukhlis saat menjadi peserta diskusi expert meeting  “Menakar kontroversi pergantian pejabat Aceh antara UU 11/2016 dan UU 10/2016" di Hotel Hermes, Banda Aceh, Jumat (24/3/2017).

Karena itu, kata Muhklis, dia tidak sependapat kalau dikatakan penggantian pejabat itu sah secara hukum. "Dalam konteks gubernur sebagai kepala wilayah ini tidak sah, namun dalam konteks gubernur sebagai kepala daerah ya mungkin sah-sah saja,” katanya.

Jika ditinjau dari perspektif politik dan etika, katanya, penggantian pejabat eselon II di akhir masa jabatan bisa diibaratkan seperti suami menceraikan isteri saat sedang hamil. 

“Menceraikan isteri itu memang hak semua orang, tapi saat suami menceraikan isteri sedang hamil, ini tidak tepat,” ujarnya. 

Hal ini berkaitan dengan timing (pemilihan waktu) penggantian pejabat itu. Menurut Mukhlis, pemilihan waktu penggantian yang dilakukan Zaini Abdullah tidak tepat. 

Baca: Refly Harun: Pejabat yang Baru Dilantik Sah Gunakan APBA

Tak heran, kebijakan itu menimbulkan kontroversi. Sebab, pemerintah telah menerbitkan regulasi yang mengatur larangan penggantian pejabat di saat proses pilkada sedang berlangsung.

Maka seharusnya menurut Mukhlis gubernur atau kepala daerah dalam kontek kepemimpinan harus betul-betul harus memahami timing.

“Karena sebuah produk politik tanpa memperhatikan timing, saya akhirnya ditertawakan juga,” katanya.(*)

Komentar

Loading...