Pengelolaan Limbah Diduga Tak Sesuai Standar, Penyidik Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

Pengelolaan Limbah Diduga Tak Sesuai Standar, Penyidik Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat
Polisi menyegel bangunan penyimpanan limbah Rumah Sakit Harapan Sehat. | Foto: AJNN.NET

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Tiga direktur rumah sakit di Aceh Barat dipanggil penyidik Polres Aceh Barat untuk menjalani pemeriksaan.

Mereka akan diperiksa terkait penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang timbun tak sesuai standar hingga membahayakan.

Mereka yang akan diperiksa masing-masing Direktur RSU-CND Meulaboh dr. Furqansyah, Direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat dr. Teuku Rahmat Iriansyah, dan Pemilik Rumah Sakit Swasta Montela Syarifah Meri Mirna.

“Pemeriksaan kita jadwalkan pada hari Rabu-Kamis ini. Ketiganya kita panggil untuk kita mintai keterangan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari USU dan saksi lainnya,” kata KBO Reskrim Ipda P Panggabean, Senin (8/10/2018).

Baca: Pengelolaan Limbah Diduga Tak Sesuai Standar, Penyidik Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan pengolaan limbah B3 yang berada di tiga rumah sakit tersebut, diketahui bahwa bangunan tempat penyimpanan sementaranya tidak sesuai standar yang berlaku.

Polisi juga telah menyegel area penempatan limbah medis tersebut sejak Agustus 2018 lalu.

Baca: Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat Mangkir dari Panggilan Polisi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, lanjutnya, rumah sakit tersebut diduga melanggar Pasal 59 jo 102 dan/atau pasal 59 jo Pasal 103 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara atau denda sebesar paling banyak Rp 3 miliar.

Sebelumnya, tindakan penyegelan tersebut dilakukan pihak polisi setelah adanya laporan dari masyarakat terkait keberadaan limbah pada rumah sakit yang diduga tidak layak, kemudian lokasinya berada tidak jauh dari lingkungan penduduk. | AIDIL

Komentar

Loading...