Seludupkan 170 Gram Sabu di Anus, Kurir Asal Aceh Ditangkap BNN Sultra

Seludupkan 170 Gram Sabu di Anus, Kurir Asal Aceh Ditangkap BNN Sultra
BNNP Sultra saat merilis pengungkapan dua kasus tindak pidana narkoba jenis sabu. Salah satunya berasal dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Selasa (28/7/2020). (ANTARA/Harianto)

BERITAKINI.CO | Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap seorang kurir narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu berinisial MH (31) asal Aceh dengan barang bukti 170,99 gram yang dimasukkan ke dalam anus.

Kepala BNNP Sultra Ghiri Prawiajya mengatakan, tersangka ditangkap di Jalan Poros Pasar Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Senin, 20 Juli 2020 sekitar pukul 21 WITA.

Ghiri menjelaskan kronologi penangkapan tersangka MH berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis sabu-sabu di Bandara Haluoleo Kabupaten Konawe Selatan, yang akan dibawa oleh tersangka yang informasi berasal dari Aceh pada hari Rabu, 20 Juli 2020.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim berantas narkoba BNNP Sultra langsung berangkat ke bandara untuk mengecek laporan tersebut dan tiba di Bandara Haluoleo sekitar pukul 08.30 WITA.

Bekerjasama dengan Lanud Haluoleo, petugas BNN pun memantau sekitar area kedatangan penumpang dan pesawat dari Makassar yang tiba pukul jam 09.30 WITA.

"Kemudian sekitar pukul 21.00 WITA tim terus memantau target dan saat itu target hendak pergi makan dan petugas langsung mengamankan target dan mengamankan dua bungkus plastik bening yang dililit lakban warna hitam yang berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu," kata Ghiri saat merilis kasus pengungkapan tersebut, Selasa (28/7/2020).

Sementara itu, dari pengakuan tersangka MH, dia baru pertama kali disuruh mengantar barang haram tersebut. Ia juga mengatakan narkoba itu hanya diantar sampai ke depan Rumah Sakit Dewi Sartika oleh sesama orang Aceh dengan bayaran Rp 5 juta.

"Dibayar Rp 5 juta, (yang dimasukkan ke dalam anus) dua bungkus plastik, yang suruh orang Aceh. Pekerjaan sehari-hari jaga warung. Disuruh ketemu di depan Rumah Sakit Dewi Sartika," ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, MH pun dijerat dengan Pasal 144 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Rubrik
Sumber
Antaranews.com
BANK ACEH IDUL ADHA

Komentar

Loading...