Pengadilan Tipikor Banda Aceh Tangguhkan Penahanan Lima Terdakwa Korupsi, Humas: Sampai 3 Maret 2021

Pengadilan Tipikor Banda Aceh Tangguhkan Penahanan Lima Terdakwa Korupsi, Humas: Sampai 3 Maret 2021

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh Sadri membenarkan penahanan lima terdakwa korupsi proyek pemeliharaan jalan-jembatan pada Dinas PUPR Simeulue kini telah ditangguhkan/dialihkan menjadi tahanan rumah.

"Kelima terdakwa tersebut mulai menjalani pengalihan tahanan dari Rutan menjadi tahanan rumah sejak Rabu, 17 Februari sampai 3 Maret 2021," kata Sadri, Sabtu (19/2/2021).

Setelah masa itu, kata Sadri, nantinya akan ada pertimbangan majelis apakah dilanjutkan atau tidak.

Lihat juga: Dijamin Erli Hasim, Pengadilan Tipikor Tangguhkan Penahanan Lima Terdakwa Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue

"Lihat nanti, apakah masih tahanan rumah atau beralih lagi (ke rutan) itu pertimbangan majelisnya nanti," katanya.

Soal tahanan rumah sementara pada terdakwa seluruhnya berdomisili di Simeulue, kata Sadri, tak menjadi soal.

"Tadi saya sudah tanya pada majelis, yang terpenting saat persidangan yang bersangkutan harus hadir," katanya.

Seperti diketahui, kelima terdakwa kasus korupsi tersebut masing-masing, Ali Hasmi, selaku kepala Dinas PUPR Simeulue yang juga Pengguna Anggaran; Bereueh Firdaus, selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR Simeulue periode September 2017 hingga sekarang, yang juga PPK Kegiatan Pemeliharaan Jalan-Jembatan tersebut; Afit Linon selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK); Iis Wahyudi  selaku Pejabat Pengadaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Petugas Admin Sirup pada Dinas PUPR Kabupaten Simeulue; dan Dedi Alkana, selaku Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Simeulue.

Semua mereka tercatat sebagai warga Kabupaten Simeulue atau berdomisili di kabupaten kepulauan tersebut.

Sementara dengan status pengalihan menjadi tahanan rumah, kelimanya diinformasikan menetap di sebuah rumah di kawasan Punge, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Rubrik

Komentar

Loading...