Pengadaan Bibit Ratusan Miliar di Empat SKPA, MaTA Duga Terjadi Tumpang Tindih dengan Kabupaten/Kota

Pengadaan Bibit Ratusan Miliar di Empat SKPA, MaTA Duga Terjadi Tumpang Tindih dengan Kabupaten/Kota

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran ratusan miliar untuk pengadaan bibit dan benih pada APBA 2018-2019.

Anggaran itu terkonsentrasi pada empat SKPA masing-masing Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.

Total ada senilai Rp 335,4 milar dana yang dialokasikan untuk pengadaan bibit dan benih itu, masing-masing, Rp 22,6 miliar pada DLH dengan total 106 paket, Rp 13 miliar pada Dinas Peternakan Aceh dengan 16 paket, Rp 169 miliar pada Distanbun Aceh dengan total 202 paket, dan Rp 129,9 miliar pada DKP Aceh dengan total 762 paket.

Adapun jenis bibit dan benih, antara lain, jernang, tanaman hutan, sapi, kambing, kerbau, bibit jagung, kopi, ikan nila, dan bandeng.

Pengadaan dilakukan dengan cara memecah paket menjadi nominal di bawah Rp 200 juta yang diduga untuk menghindari tender.

Namun bantuan-bantuan ini diduga tumbang tindih, terutama karena pemerintah kabupaten/kota juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bibit dan benih.

Koordinator Bidang Advokasi MaTA, Hafidh dalam siaran pers yang diterima BERITAKINI.CO mengatakan, Pemerintah Aceh penting untuk mengumumkan para penerima manfaat dari bantuan bibit dan benih tersebut.

“MaTA meminta Pemerintah Aceh untuk dapat mempublikasikan nama-nama penerima manfaat dari pengadaan tersebut, sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Masyarakat juga diminta dapat melakukan pengawasan penyaluran, dan pemanfaatan bantuan pemerintah sehingga benar-benar diterima yang berhak.

“Kami juga mendorong BPK RI Perwakilan Aceh untuk melakukan audit khusus terhadap penyaluran bantuan benih/bibit dari Pemerintah Aceh,” kata Hafidh.

Rubrik

Komentar

Loading...