Penderita Gangguan Jiwa Meningkat di Abdya

Penderita Gangguan Jiwa Meningkat di Abdya
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Blangpidie | Angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tercatat meningkat pada tahun 2018.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Abdya, Fauzan Arif mengatakan, jika pada 2017 ODGJ mencapai 515 jiwa, meningkat menjadi 557 jiwa pada 2018.

"Artinya ada peningkatan 42 orang," kata Fauzan, Senin (25/3/2019).

Ia mengaku, ODGJ tersebut dibagi dalam tiga kriteria masing-masing mandiri, bantuan, dan ketergantungan.

Jumlah penderita yang berkatagori mandiri, katanya, mencapai 304 jiwa, bantuan 189 jiwa, sedangkan ketergantungan hanya 62 jiwa.

Fauzan menjelaskan, ODGJ katagori mandiri adalah mereka sudah bisa melakukan aktivitas sendiri seperti minum obat dan lainnya.

Sedangkan penyandang ODGJ bantuan, kata dia, adalah para penderita yang masih diarahkan oleh pihak keluarga seperti tahap pengobatan, makan dan lain sebagainya.

“Kemudian penderita yang ketergantungan, adalah mereka yang sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa tanpa dibantu oleh pihak keluarga,” katanya.

"Pada tahun 2018 lalu, sembilan di antaranya pernah kita bawa ke rumah sakit jiwa, namun sekarang sudah dipulang ke keluarga masing-masing karena dianggap sudah ringan.”

Untuk meyembuhkan penderita kejiwaan, kata Fauzan, keluarga perlu memberikan perhatian penuh, tidak menyinggung perasaannya, serta menampung setiap keluhan. Jika itu dilakukan, penderita berpontensi akan normal kembali.

Fauzan mengaku, kini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Abdya.

"Jika sewak-waktu ODGJ kambuh, masyarakat bisa meminta bantuan kepada pihak Kepolisan, Koramil atau Satpol PP," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...