Penahanan Pasutri Lansia, Kajari Pidie: Kita Harus Penuhi Juga Hak-hak Korban

Penahanan Pasutri Lansia, Kajari Pidie: Kita Harus Penuhi Juga Hak-hak Korban

BERITAKINI.CO, Sigli | Keputusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie yang menahan pasangan suami istri lanjut usia (lansia), Muhammad Usman (76) dan Rubiah (70) asal Delima, Pidie, diakui sudah melalui berbagai pertimbangan.

Kajari Pidie Efendi mengatakan bahwa penahan terhadap kedua tersangka tersebut sudah sesuai mekanisme.

“Dalam kasus pidana berupa dugaan pemalsuan data pada sertifikat tanah itu, pasangan suami istri tersebut dianggap tidak kooperatif saat pemanggilan oleh pihak Kepolisian jelang pelimpahan berkas tahap II,” kata Efendi didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Darnir dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wahyuni, di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Berdasarkan surat dari penyidik kepolisian yang menyatakan keduanya ditangkap di rumahnya, lanjut Efendi, jaksa kemudian memutuskan manahan ketiga tersangka dengan alasan dikhawatirkan melarikan diri.

"Dari pada kami susah, asik cari-cari dia (para tersangka), makanya kita tahan," ujar Sri Wahyuni, menimpali.

Efendi juga mengatakan bahwa tersangka dalam kondisi sehat sebelum dijebloskan ke dalam sel tahanan Rutan Kelas II B Sigli dan itu dibuktikan dengan hasil pemerikaan dokter dari pihak kepolisian.

"Kita tanya juga saat itu dan dia (Muhammad Usman) mengatakan, ia baik-baik saja. Tapi nanti kami akan cek kondisinya," ujar Efendi.

Selain itu, penahanan tersebut juga berlandasan Pasal 563 KUHP yang dikenai terhadap tersangka, di mana ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Belum lagi masalah kerugian korban atas tindakan yang dilakukan tersangka.

“Harusnya ada penyelesaian kerugian tersebut melalui mediasi atau semacamnya, sehingga kita bisa memberikan pertimbangan hukum dengan tidak melakukan penahanan,” katanya.

“Selain ancamannya di atas lima tahun penjara, kemudian masalah kerugian, kita juga harus penuhi hak korban, inikan hak korban tidak terpenuhi."

Perkara tersebut, kata Efendi, sudah limpahkan kepada Pengadilan Negeri (PN) Sigli hari ini.

Pelimpahan tersebut dipercepat jika dibandingkan dengan kebiasaan pelimpahan perkara.

"Banyak pertimbangan juga terhadap perkara tersebut, termasuk menetapkan Rubiah sebagai tahanan rumah," timpa Efendi.

Baca: Jadi Jaminan Pasutri Lansia, Gadis Pidie Ini Batalkan Beasiswa Hafiz

Di sisi lain, dirinya merasa terkejut, juga prihatin terhadap keputusan cucu dari korban Rina Mutia (26) tahun memutuskan tidak mengambil beasiswa sebagai Tahfiz Quran pada Yayasan Kuntum Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Rubrik

Komentar

Loading...