Pemuda 28 Tahun Cabuli Anak Majikan Hingga Hamil 5 Bulan

Pemuda 28 Tahun Cabuli Anak Majikan Hingga Hamil 5 Bulan

BERITAKINI.CO | Arsyad (28), perantau asal Bone, Sulawesi Selatan, yang tinggal di rumah majikannya, di kawasan Palaran, Samarinda, diringkus polisi.

Dia mencabuli anak majikannya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD berulang kali, hingga hamil 5 bulan. Alasannya, pria beristri dan punya 3 anak itu, tergiur anak majikannya.

Peristiwa pencabulan itu, terjadi Januari 2018 lalu. Arsyad kabur ke kampungnya, juga ke Muara Wahau, di Kutai Timur, usai menodai anak majikannya itu. Kasus itu, dilaporkan Agustus 2018 lalu.

"Pelaku kami tangkap di rumah keluarga korban di Samarinda, hari Selasa (16/10) siang," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari, ditemui merdeka.com, Kamis (18/10/2018).

Arsyad dihadirkan untuk diwawancarai. Dia mengakui perbuatannya, sedikitnya 4 kali menodai putri majikannya itu. Awalnya, kemanjaan korban, membuatnya tergiur untuk menyetubuhi korban.

"Dua kali dia datang ke saya (bermanja-manja). Ketiga kalinya, saya tidak tahan, dan melakukan itu malam hari, di ruang tamu," kata Arsyad.

Arsyad memang tinggal serumah di rumah majikannya, setelah diajak majikannya. Sehari-hari, Arsyad dianggap sebagai keluarga sendiri. "Saya ikut kerja batubara dengan orang tua korban," tambahnya.

Arsyad pulang ke kampung, menemui istrinya di Bone. Setelah itu, Arsyad kembali merantau ke Muara Wahau, di Kutai Timur. "Saya ditelpon istri saya, bahwa saya ada masalah di Samarinda, harus tanggung jawab," sebut Arsyad.

"Saya tahu dia (korban) hamil. Saya sadar saya salah. Ini saya sudah dinikahkan dengan anak itu. Waktu saya di rumah sepupunya, saya didatangi polisi, kemudian dibawa polisi," terang Arsyad.

Sementara, Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan menambahkan, motif pelaku, memang tergiur dengan kecantikan korban.

"Memang, sempat kabur ke Sulawesi. Akhirnya kami tangkap begitu tahu dia pulang ke Samarinda lagi. Korban hamil 5 bulan. Penyidik menerapkan pasal 81 dan 82 Undang-undang tentang perlindungan anak," demikian Danovan.

Rubrik
Sumber
merdeka.com

Komentar

Loading...