Pemprov Terlambat, Kapal MV Silver Sea 2 Diserahkan ke Kementerian Perikanan

Pemprov Terlambat, Kapal MV Silver Sea 2 Diserahkan ke Kementerian Perikanan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Agung sudah mengagendakan serahterima barang rampasan negara yakni Kapal MV Silver Sea 2 kepada Kementerian Perikanan.

Serah terima itu dijadwalkan berlangsung di Sabang, di mana saat ini kapal itu berada.

Hal ini diungkap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir saat berbicara di acara pisah-sambut Kajati Aceh, di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu malam (13/10/2018).

"Jadi ada beberapa PR saya yang belum tuntas di Aceh, salah satunya itu (acara serah terima)" kata Chaerul.

Menurut Chaerul, Silver Sea 2 merupakan tangkapan terbesar sepanjang sejarah illegal fishing di perairan Indonesia.

Baca: Vonis PN Sabang, Kapal Sisver Sea 2 Dirampas untuk Negara

"Sedianya akan diminta oleh pemprov, tapi lebih dulu Kementerian Perikanan menyurati Kementerian Keuangan dan disetujui untuk diserahkan dan dikelola Kementerian Perikanan," katanya,

Jaksa Agung, kata Chaerul, berkeinginan untuk melakukan serahterima langsung di Sabang kepada Menteri Perikanan.

"Sebenarnya sudah dijadwalkan pada 3 September lalu, tapi beliau berhalangan hadir karena ada rapat di Istana Wapres," kata Chaerul yang kini menjabat sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan Kejaksaan Agung tersebut.

Baca: Jaksa Setor Rp 21 Miliar Hasil Lelang Ikan Sitaan Kapal MV Silver Sea

Seperti diketahui, MV Silver Sea 2 ditangkap Angkatan Laut RI di perairan Aceh karena mengakut ikan hasil curian di perairan Indonesia.

Kasus ini sempat bergulir ke pengadilan namun pada akhirnya diputuskan dengan hasil negara dimenangkan.

MV Silver Sae 2 pun dirampas untuk negara. Sementara muatan ikan yang diangkut kapal itu dilelang, dan uangnya disetor ke kas negara.

Rubrik

Komentar

Loading...