Pemkab Singkil akan Revisi Tim Penyelesaian Konflik Umat Beragama

Pemkab Singkil akan Revisi Tim Penyelesaian Konflik Umat Beragama
Bupati Aceh Singkil Dulmusrid

BERITAKINI.CO, Singkil | Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan merevisi tim rekonsiliasi percepatan penyelesaian konflik kerusuhan antar umat beragama yang terjadi 13 Oktober 2015 lalu.

Perombakan ini menyusul berakhirnya SK tim rekonsiliasi dan adanya beberapa orang dalam tim tersebut kini menjadi caleg dan pengurus partai politik di Aceh Singkil.

"Kita upayakan kepengurusan baru tidak terlibat caleg dan pengurus parpol. Karena ini tahun politik, tujuan kita agar adanya netralitas," kata Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dalam rapat pembentukan tim rekonsiliasi penyelesaian konflik kerusuhan antar umat beragama di Oproom Bupati Aceh Singkil, Jumat kemarin (21/9/2018).

Baca: Pemerintah Singkil Dinilai Tak Serius Tangani Konflik Umat Beragama

Menurut Dulmusrid, Pemkab Aceh Singkil khawatir jika isu tersebut nantinya akan menjadikan bola liar dan semakin memperkeruh suasana.

“Kita takut nanti caleg tersebut menjanjikan sesuatu, kan bisa saja terjadi," tambah Dulmusrid.

Namun demikian, kata Dulmusri, perombakan pengurus tersebut tetap akan dimusyawarahkan dengan forum yang sudah terbentuk.

“Kita kembalikan ke forum, kalau memang sepakat akan kita keluarkan keputusan,” tukasnya.

Rencana Pemkab Aceh Singkil tersebut menuai pro dan kontra dari anggota tim rekonsiliasi yang di SK-an pada bulan November tahun 2017 lalu.

Ustad Khalidin, salah satu perwakilan umat muslim dalam rapat tersebut mengatakan, jika nanti disepakati pengurus baru tidak terlibat para caleg, Ia juga menyarankan agar pengurus parpol juga tidak dilibatkan dalam pengurus baru.

“Jika yang dikhawatirkan bisa disalah gunakan anggaran tim penyelesaian konflik untuk kepentingan pribadi, menurut saya jangan hanya dari caleg tapi pengurus partai pun kita sepakati jangan dilibatkan,” kata Khalidin.

Jerus perwakilan umat Nasrani tidak mempermasalahkan dalam kepengurusan tim rekonsilisasi itu dilibatkan caleg dan pengurus partai,

"Justru mereka mereka lah yang perlu dimasukkan dalam tim, karena menurut saya mereka adalah pakar-pakar yang berpikir untuk penyelesaian konflik ini,” kata Jerus.

Sementara itu, rapat pembentukan tim rekonsiliasi penyelesaian konflik kerusuhan antar umat beragama Jumat kemarin (21/9/2018) tidak ada titik temu. Rencananya, dalam waktu dekat pemkab kembali akan menggelar rapat dengan tim rekonsiliasi. | IDRUS

Rubrik
Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...