Pemkab Aceh Singkil Akhirnya Setuju Hibahkan 280 Hektar Lahan untuk Warga Eks Transmigran

Pemkab Aceh Singkil Akhirnya Setuju Hibahkan 280 Hektar Lahan untuk Warga Eks Transmigran

BERITAKINI.CO, Singkil | Pemerintah Aceh Singkil menggelar rapat tindaklanjut penyelesaian lahan seluas 280 hektar yang dituntut oleh warga eks transmigran.

Rapat itu berlangsung du aula kantor Bupati Aceh Singkil, kemarin.

Lahan itu diminta sebagai pengganti lahan transmigrasi yang saat ini dikuasai PT Nafasindo.

Baca: Massa ‘Serbu’ Kantor Kantor Bupati Aceh Singkil, Ini Tuntutannya

"Pada saat rapat masyarakat meminta opsi pemerintah daerah sepakat memberikan lahan 280 hektar itu diserahkan kepada mereka, dan itu didukung komisi I dan II DPRK," kata Sekda Aceh Singkil, Azmi kepada BERITAKINI.CO Selasa (10/12/2019).

Dalam pembahasan itu pemerintah daerah tidak keberatan atas opsi yang ditawarkan itu. "Pak Bupati tidak keberatan, tinggal persetujuan DPRK saja agar bisa serahkan kepada masyarakat," katanya.

Karena lahan tersebut sudah dicatat dalam aset daerah, kata Azmi, maka prosesnya harus mendapat persetujuan DPRK jika akan dihibahkan.

“Jika DPRK setuju maka tahapan selanjutnya tinggal soal teknisnya saja dan administrasi yang dilakukan oleh dinas teknis,” katanya.

Komisi I dan II DPRK Aceh Singkil juga menyatakan sepakat jika lahan seluas 280 hektar itu diserahkan kepada eks transmigran.

"Benar kita kemarin setuju diserahkan kepada mereka," kata Anggota Komisi II, Fairuz Akhyar.

Kata dia, hasil pertemuan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan dewan dan direncanakan akan ditindaklanjuti bersama sampai diparipurnakan.

"Apa hasilnya, tentunya kita lihat bersama di DPRK," kata politisi Partai Demokrat itu.

Lantas di mana letak lahan yang kini telah menjadi aset daerah dan akan diberikan untuk eks transmigran tersebut?

Kadis Plt Pertanahan Aceh Singkil Ahmad mengatakan takt ahu persis titik lokasi 280 hektar tersebut.

"Pada saat kami tanyakan kepada Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja Aceh Singkil mengatakan ada dua titik yakni di Ladang Bisik dan Samar Dua, Kecamatan Kota Baharu,” katanya.

Sementara menurut Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Singkil, Jaruddin mengatakan titik lahan 280 hektar itu ada di dua wilayah.

"Kalau desanya kurang jelas saya ketahui, namun di Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...