Pemerintah Aceh Tenggara Dinilai Tak Serius Berantas Miras, Gerakan Pemuda Peduli Agara Demo ke DPRA

Pemerintah Aceh Tenggara Dinilai Tak Serius Berantas Miras, Gerakan Pemuda Peduli Agara Demo ke DPRA

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Agara (Gempa) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (22/4/2021).

Mereka meluapkan aspirasinya ke legislatif Aceh atas kekhawatiran kian maraknya peredaran minuman keras, khususnya tuak, di kabupaten itu. 

Sementara Pemerintah Aceh Tenggara dinilai tak serius memberantas praktik jual beli minuman keras tersebut.

“Masih banyak orang di sana mengkonsumsi minuman keras jenis tuak secara bebas, hal ini disebabkan karena tidak konsistennya pemerintah kabupaten memberantasnya,”kata Koordinator Aksi Aldi Mustafa dalam orasinya.

Dia menjelaskan, Aceh memiliki Qanun Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Hukum Jinayat yang sudah jelas mengatur bahwa badan hukum dan usaha dilarang memproduksi, menyediakan, menjual, memasukan, mengedar, mengangkut, menyimpan, menimbun, menghadiahkan atau menyimpan minuman khamar. 

“Tapi hal itu hingga kini tidak diterapkan dengan baik di Kabupaten Aceh tenggara, bahkan terkesan seperti peraturan yang tidak terlalu penting saja,” katanya.

“Aceh negeri yang mulia, Aceh Tenggara juga bagian dari Aceh, maka dari itu kami minta dewan Dapil VIII segera mungkin menuntaskan masalah ini, agar tidak ada lagi miras di Kabupaten Aceh Tenggara.”

Selain itu mereka juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengevaluasi kinerja Satpol PP WH setempat, pasalnya sejauh ini mereka menilai Satpol PP WH Aceh tenggara tidak bekerja dengan baik.

“Satpol PP WH, jangan hanya tidur mereka di sana, kita harap aspirasi kita betul-betul bisa sampai kepada pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan segera dituntaskan,” katanya.

Amatan BERITAKINI.CO, aksi mereka tersebut mendapat respon dari  tiga orang anggota DPRA Dapil VIII yakni Yahdi Hasan, Junaidi, dan Rizaluddin.

Di depan para demonstran ketiga anggota DPRA itu sepakat untuk meneruskan aspirasi mereka dalam jangka waktu 3 x 24 jam.

“Kita pastikan aspirasi adik-adik akan segera kita tindak lanjuti, hari ini kita bersama Forbes DPRA Dapil VIII akan langsung menyurati bupati Aceh Tenggara terkait dengan tuntutan ini,” kata anggota DPRA Yahdi Hasan.

Dia mengatakan miras di Aceh Tenggara merupakan musuh bersama, oleh karenanya tidak ada alasan dari pihaknya menolak untuk membantu dan meneruskan tuntutan dari mahasiswa tersebut.

“Kami dewan memutuskan bertanggung jawab dan bersedia menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Kabupaten Aceh tenggara,” katanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...