Pemerintah Aceh Target Turunkan Angka Kemiskinan 1 Persen per Tahun

Pemerintah Aceh Target Turunkan Angka Kemiskinan 1 Persen per Tahun
Ilustrasi

BANDA ACEH | Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebutkan Pemerintah Aceh menargetkan angka kemiskinan Aceh bisa turun satu persen per tahunnya.

“Kita berharap bisa lebih dari satu persen, sehingga angka kemiskinan di Aceh mencapai 10 persen,” ujar Nova Iriansyah saat membuka workshop Penajaman Program/Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Tahun Anggaran 2018, di Pendopo Wagub Aceh, kemarin.

Angka kemiskinan di Aceh saat ini berada di angka 16, 8 persen. Jika target tersebut tercapai, maka kemiskinan di Aceh di akhir periode Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah bisa mencapai 11,8 persen. Meski demikian, Nova yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPKD) Aceh, mengharapkan kemiskinan Tanah Rencong bisa di bawah 10 persen.

Tiga bulan  pemerintahannya bersama Gubernur Irwandi, Nova mengaku banyak belajar dan membaca data-data terkait kemiskinan di Aceh. Data tersebut kemudian telah diteliti untuk dicari jalan keluarnya.

Nova Iriansyah mengajak seluruh Kepala SKPA nenggunakan semboyan bersama yaitu satu untuk semua, semua untuk satu menuju tujuan bersama. “Ke depan program kita jangan dianggap sebagai program satu SKPA saja. Kita bisa sharing karena tentu program itu bisa kita lakukan bersama yang pada akhirnya bisa mengurangi angka kemiskinan di Aceh,” kata Nova.

Untuk itu, Nova menyebutkan tiga bulan pemerintahan mereka merupakan momentum sinergitas yang dilihat sudah mulai tumbuh. Kami sering bertemu dan tidak ada ego struktural (di antara para Kepala SKPA).”

Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Muhammad Arif  Tasrif menyebutkan  penurunan kemiskinan yang bergerak lambat merupakan problem tipikal di seluruh daerah. Hanya saja derajat perlambatannya yang berbeda. Di negara mana pun, kata Tasrif,  berlaku rumus umum yaitu  makin rendah kemiskinan makin sulit kemiskinan itu diturunkan.

Ketika kemiskinan makin rendah, lanjut Tasrif, maka persoalan yang terjadi semakin konfleks. Di mana berbagai persoalan menumpuk menjadi satu misal kemiskinan akibat ketidakkecukupan pendidikan maupun hal lainnya. Ketika hal ini terjadi, prinsip pendekatan yang bisa dilakukan hanya dengan menajamkan intervensi.

Tasrif menyebutkan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemiskinan: mengurangi beban dan menaikkan pendapatan. “Kurangi beban pengeluaran orang miskin dengan memastikan pengurangan biaya yang seharusnya dikeluarkan dengan berbagai program pemerintahan dan naikkan pendapatan mereka. Artinya mari kita jauhkan orang rentan dari garis kemiskinan,” kata Tasrif.

Tasrif mengatakan, tidak ada rumus tunggal dalam pengentasan kemiskinan. Yang bisa dilakukan hanya konsolidasi anggaran dan strategi bersama antarpemangku kibajakan mulai dari level provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Utamakan prinsip pengeroyokan sehingga optimal. Koordinasi yang baik antar-SKPA penting sehingga semua program tercapai secara maksimal,” kata Tasrif.

Rubrik

Komentar

Loading...