Pemerintah Aceh Minta DPRA Cermati Kebijakan dan Proritas Anggaran Tahun 2022

Pemerintah Aceh Minta DPRA Cermati Kebijakan dan Proritas Anggaran Tahun 2022

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA akhirnya menerima Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2022, setelah sempat "mengendap" lama sejak diserahkan secara resmi oleh Pemerintah Aceh pada 22 Juli 2021 pada ketua DPRA.

Penyampaian dokumen anggaran tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRA, Jumat, 22 Oktober 2021 untuk selanjutnya dibahas hingga ditemukan kesepakatan bersama dua belah pihak.

Sekda Aceh Taqwallah, saat membacakan nota pengantar Rancangan KUA-PPAS 2022 tersebut mengajak DPRA untuk mencermati kebijakan dan prioritas anggaran yang diajukan eksekutif tersebut.

“Harapan kami, di dalam proses pembahasan KUA, PPAS dan RAPBA Tahun Anggaran 2022 agar konsisten dengan dokumen perencanaan antara lain Renja, RKPA dan RPJMA 2017-2022. Sehingga KUA, PPAS dan RAPBA 2022 yang akan disepakati dan disetujui benar-benar berkualitas dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Taqwallah.

Taqwallah mengatakan, Rancangan KUA dan PPAS yang telah disusun memuat gambaran kondisi makro ekonomi termasuk perkembangan indikator ekonomi makro daerah, asumsi dasar penyusunan APBA Tahun Anggaran 2022 termasuk laju inflasi, pertumbuhan PDRB dan asumsi lainnya terkait dengan kondisi ekonomi daerah, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, serta kebijakan pembiayaan.

“KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Aceh Tahun Anggaran 2022, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 29 Tahun 2021 Tentang Rencana Kerja Pembangunan Aceh Tahun 2022. RKPA Tahun 2022 disusun melalui beberapa pendekatan perencanaan, baik secara teknokratis, partisipatif, politis, atas-bawah dan bawah-atas, melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Aceh,” katanya.

Taqwallah menyebutkan, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan Aceh, berdasarkan empat prioritas RKPA, yaitu Menumbuhkan Ekonomi yang Produktif dan Kompetitif, Peningkatan Sumber Daya Manusia Berkualitas, Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi dan Lingkungan yang Berkelanjutan, serta Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh.

Keempat program prioritas ini juga telah diselaraskan dengan 15 program unggulan Pemerintah Aceh Periode 2017-2022 meliputi JKA plus/Aceh, Aceh SIAT, Aceh Caroeng, Aceh Energi, Aceh Meugoe dan Meulaoet, Aceh Troe, Aceh Kreatif, Aceh Kaya, Aceh Peumulia, Aceh Dame, Aceh Meuadab, Aceh Teuga, Aceh Green, Aceh Seuninya, dan Aceh Seumeugot.

Adapun postur anggaran 2022, kata Taqwallah, yakni Pendapatan Aceh direncanakan senilai Rp 14,37 triliun lebih, dan Belanja Aceh senilai Rp 15,95 triliun lebih, dan Pembiayaan Netto Aceh sebesar Rp 1,57 triliun lebih.

Rubrik

Komentar

Loading...