Pemerintah Aceh Jelaskan Soal Tiga Pasien Positif Corona di RSUDZA yang Dibiarkan Pulang

Pemerintah Aceh Jelaskan Soal Tiga Pasien Positif Corona di RSUDZA yang Dibiarkan Pulang

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani menjelaskan ihwal tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang sempat dibenarkan pulang dan belakangan kembali dijemput karena terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

“Jadi sejak kemarin, ada banyak pertanyaan yang berseliweran tentang mengapa tiga pasien ini dibiarkan pulang,” kata pria yang sering disapa SAG itu, Sabtu (28/3/2020).

Menurut SAG, pertanyaan itu wajar mengemuka karena memang fenomena itu telah menimbulkan kecemasan.

Namun ada dasar atau pertimbangan medis sehingga membenarkan tiga pasien itu pulang, meski hasil uji swab mereka belum dikeluarkan oleh Badan Litbangkes di Jakarta.

SAG mengatakan, sebelumnya, tim dokter telah menilai keadaan umum ketiga pasien terebut yang telah membaik.

Mereka dinilai tak lagi membutuhkan infus dan oksigen, sehingga diputuskan tidak lagi memerlukan perawatan rumah sakit.

"Walau pun hasil (swab)-nya belum diketahui saat itu, tim medis memutuskan mereka dibenarkan pulang dengan ketentuan menjalani isolasi ketat di rumah," katanya.

"Yang lebih penting lagi adalah mereka diawasi secara intens oleh tim surveillance (pengawas) kesehatan."

Adakah keputusan itu dibenarkan, SAG mengatakan, hal itu sudah sesuai dengan prosesdur pedoman penanganan cepat medis dan kesehatan masyarakat covid-19 di Indonesia dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang berlaku dan diterapkan selama ini.

Seperti diketahui, petugas terpaksa harus menjemput tiga Pasien Dalam Pengawasan di rumah masing-masing, paska hasil uji swab mereka dinyatakan positif terinfeksi corona, Jumat, 27 Maret 2020.

Dari tiga pasien itu, dua di antaranya adalah warga Banda Aceh, dan satu asal Aceh Besar.

Rubrik

Komentar

Loading...