Pembunuhan Pedagang di Bener Meriah: Pelaku Diduga Tergiur Segepok Uang Dalam Kantong Plastik

Pembunuhan Pedagang di Bener Meriah: Pelaku Diduga Tergiur Segepok Uang Dalam Kantong Plastik
Tersangk pelaku saat diinterogasi penyidik

BERITAKINI.CO, Redelong | Polisi mengungkap penyebab kematian Hanafiah Amin (47), seorang pedagang warga Gampong Tunong Krueng, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.

Pria yang mayatnya diduga dibakar dan dibuang di Dusun Blang Terujak, Kampung Rusip, Kecamatan Syiah, Utama Bener Meriah, itu merupakan korban pembunuhan.

Polisi sudah menangkap dua tersangka pelaku. Mereka adalah yakni JM (49) warga Kecamatan Mesidah, Bener Meriah; dan AB (35) warga Kota Langsa.

Lihat: Polisi Tangkap Satu Lagi Terduga Pembunuh Pria di Bener Meriah

Kapolres Bener Meriah melalui Kasatreskrim Iptu Iptu Rifki Muslim mengatakan, kasus dugaan pembunuhan tersebut bermula ketika tersangka menumpang mobil yang dikemudikan korban yakni Hanfiah Amin (47) warga Gampong Tunong Krueng, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.

Saat itu korban dari Aceh Utara hendak menuju ke Kecamatan Syiah Utama untuk membawa barang dagangan.

“Jadi ketika itu, tersangka JM duduk di depan dan tiga temannya yang lain duduk di belakang mobil pick up milik korban. Nah saat itu, tersangka melihat uang senilai puluhan juta rupiah dalam plastik,” kata Rifki menceritakan, Senin (22/2/2021).

Karena melihat uang tersebut, lanjut Rifki, tersangka JM ingin menguasainya.

“Tersangka dengan korban merupakan teman. Jadi setelah dua hari kemudian, tersangka kembali menghubungi korban dan meminta datang ke kebun milik tersangka di puncak gunung, Dusun Blang Terujak, Kampung Temblon,” ujarnya.

Sesampai di kebun, Hanafiah Amin langsung dieksekusi oleh tersangka JM dengan cara memukul bagian kepala belakang korban menggunakan benda tumpul.

“Itu masih pengakuan tersangka, dia dibantu oleh terduga pelaku AB. Sementara dua perempuan lainnya saat itu berada dalam gubuk, mereka merasa diancam oleh pelaku dan tidak diijinkan pergi dari gubuk tersebut,” kata Rifki.

“Untuk sementara, si kedua perempuan tersebut mengaku tidak mengetahui aksi dugaan pembunuhan saat itu. Mereka datang dari Langsa dengan alasan ditawarkan pekerjaan oleh tersangka,” katanya.

Setelah selesai dieksekusi, lanjut Rifki, menceritakan, tersangka kemudian menggeledah harta benda yang dimiliki korban.

“Saat itu tersangka hanya menemukan uang senilai Rp 1,2 juta. Kemudian korban dibakar dan dibuang ke jurang,” ujarnya.

Seperti diketahui pada 17 Februari 2021 lalu, pihak jajaran Polres Bener Meriah telah mengevakuasi mayat korban.

Saat ini, korban dugaan pembunuhan tersebut masih berada di RSUD Muyang Kute Bener Meriah untuk dilakukan Autopsi.

“Kita masih menunggu Tim Labfor dari Polda Sumatera Utara, jadi mayat diduga korban pembunuhan yakni Hanfiah Amin masih di rumah sakit. Terhadap kasus ini, kita terus mendalami,” tutup Rifki.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...