Pembangunan Abutment II Jembatan Kilangan Singkil Tak Ada Dalam Kontrak, Kadis PUPR Aceh: Tidak Mungkin Dibayar

Pembangunan Abutment II Jembatan Kilangan Singkil Tak Ada Dalam Kontrak, Kadis PUPR Aceh: Tidak Mungkin Dibayar
Kadis PUPR Aceh Fajri yang juga mantan Plt Kepala BPKS saat menjalani pemeriksaan di Polda Aceh, Kamis (17/1/2019) | Foto BERITAKINI.CO/ A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Fajri mengatakan realisasi pembangunan Abutment II Jembatan Kilangan Singkil tak masuk dalam skema pembayaran tahun anggaran 2018.

Fajri mengakui bahwa volume kontrak proyek Jembatan Kilangan tahun anggaran 2018 tersebut hanya sampai pada pembangunan pilar.

Baca: Dibangun Rekanan, Abutment Proyek Jembatan Kilangan di Aceh Singkil Ternyata Tak Ada Dalam Kontrak

“Jadi kalau rekanan mengaku membangun abutment II, itu hak dia. Tapi itu tak mungkin dibayar, dan sejauh ini pertanggungjawaban keuangan sudah sesuai antara realisasi fisik dan keuangan,” katanya pada BERITAKINI.CO, Sabtu (16/3/2019).

Fajri juga merasa aneh dengan pernyataan rekanan yang mengaku bahwa Abutment II Jembatan Kilangan dibangun atas dasar inisiatif.

Baca: Rekanan Bantah Proyek Jembatan Kilangan di Aceh Singkil Dibangun Asal Jadi

“Kami tidak ada hubungan dengan abutment itu. Tapi coba dicek lagi, dari mana uang dia, karena satu abutment itu sampai Rp 2 miliar. Kalau saya secara logika dia tidak punya uang untuk itu,” kata Fajri.

Baca:Penegak Hukum Diminta Usut Proyek Jembatan Senilai Rp 11,9 Miliar di Aceh Singkil

Fajri mengatakan, pembangunan abutment II sejatinya masuk dalam skema tender lanjutan pada 2019 ini. Dan belum tentu pihak rekanan tersebut kembali memenangkan tender tersebut.

“Jika memang sudah dibangun dan diberikan untuk negara, artinya pembiayaan untuk Abutment II tahun 2019 akan diadendum, atau dikurangi,” katanya.

Soal penandatangan kontrak dengan tanggal mundur, Fajri tak mengakuinya. “Setelah tandatangan kontrak rekanan tidak mengerjakannya, itu artinya mines. Jadi tidak ada tanggal mundur,” katanya.

Kualitas pas-pasan

Fajri juga mengomentari soal kualitas proyek yang dinilai pas-pasan. Menurut dia, justru mutu bangunan tersebut malah telah lebih baik.

Baca: Realisasi Proyek Jembatan Kilangan 2018 Diprotes Warga, Plt Gubernur: Mungkin Mutunya Pas-pasan

“Itu sudah melalui uji mutu, dan hasilnya melebihi. Jauh lebih, ada hasil tesnya itu. Pak gubernur tak melihat hasil hammer testnya itu.Cuma saat beliau ngomong, saya tidak sampaikan, walau ada saya bawa dokumen. Dia kan ngomong secara politis,” kata Fajri.

Rubrik

Komentar

Loading...