Pembahasan Anggaran 2021:  Anggota Komisi-komisi DPRK Aceh Singkil Sampai ‘Terbengong-bengong’ Menunggu Eksekutif

Pembahasan Anggaran 2021:  Anggota Komisi-komisi DPRK Aceh Singkil Sampai ‘Terbengong-bengong’ Menunggu Eksekutif

BERITAKINI.CO, Singkil | Bedah Rencana Kerja Anggaran (RKA), Rancangan Anggaran Pendapatan Belaja Kabupaten (APBK) 2021 Aceh Singkil tak berjalan mulus. Terutama jadwal pembahasan antara komisi-komisi dengan mitra kerjanya.

Amantan BERITAKINI.CO, kendati telah menunggu cukup lama, pejabat SKPK mitra kerja tak kunjung hadir. Alhasil para wakil rakyat seperti tak tau harus melakukan apa. Mereka hanya terlibat saling senda gurau.

Sekretaris Komisi II DPRK Aceh Singkil Al Hidayat Bancin menyebut, pihaknya telah menanyakan kepada sejumlah SKPK mengenai alasan para pimpinan SKPK tidak hadir dalam rapat komisi yang diagendakan oleh DPRK.

“Mereka beralasan karena belum semua item pekerjaan selesai diposting ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD),” katanya.

“Kita sudah menunggunya sejak kemarin karena sudah dijadwalkan, tapi belum ada yang hadir sampai saat ini.”

Padahal, kata Hidayat, bedah RKA sudah dijadwalkan sejak tanggal 9 sampai 13 November 2020.

Kendati begitu, Hidayat memaklumi ihwal keterlambatan proses unggah data ke SIPD tersebut.

“Keterlambatan ini kami maklumi karena SIPD adalah sistem terbaru, ini harus sempurna,” katanya.

Saat proses posting kegiatan, kata dia, harus melewati verifikasi secara jelas, sesuai harga satuan, titik lokasi dan lain sebagainya.

Hal yang sama juga dialami Komisi I DPRK Aceh Singkil.

Ketua Komisi I Taufik Hakim menyebutkan jika pihaknya juga sudah menunggu SKPK selaku mitra kerja selama dua hari.

“Namun hingga hari ini juga belum ada yang hadir,” katanya.

“Kemarin sudah ada yang datang yaitu Dinas Pertanahan, namun hanya membawa manualnya saja, tapi tidak jadi kami bahas karena belum selesai yang sudah masuk SIPD.”

Sekretaris DPRK Aceh Singkil H Suwan pada saat dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan bahwa SKPK mengalami kesulitan dengan sistem SIPD terbaru tersebut.

Selain banyak hal yang harus dilengkapi, kendala yang paling mendasar adalah di gangguan jaringan.

“Mungkin sistem atau servernya digunakan di seluruh Indonesia, jadi sangat lelet karena sistem SIPD ini langsung terkoneksi dengan sistem di pusat (Jakarta),” katanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...