DPS Aceh: Perbankan Syariah Masih Butuh Waktu untuk Berproses

DPS Aceh: Perbankan Syariah Masih Butuh Waktu untuk Berproses

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) masih menuai pro-kontra. Terutama soal pemberlakuan sistem lembaga keuangan syariah.

Di mana perbankan syariah kerap dianggap belum sepenuhnya siap, terutama dari segi pelayanan. Alhasil, munculnya gagasan untuk memperpanjang operasional lembaga keuangan konvensional di Aceh. Meski Qanun LKS telah mengatur, pada 2022 mendatang, semua lembaga keuangan sudah harus syariah.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Aceh, Syahrizal Abbas mengatakan, penerapan qanun tersebut masih membutuhkan waktu untuk berproses agar bisa berjalan efektif.

"Memang belum sepenuhnya efektif, berdasarkan qanun kan diberlakukannya itu tiga tahun setelah diundangkan, tahun depan mungkin baru efektifnya, " kata Syahrizal, Rabu (6/1/2021).

Saat ini, kata dia, bank syariah yang beroperasi di Aceh sedang berusaha untuk memenuhi semua layanan yang dibutuhkan nasabah.

"Seperti sumber daya manusia, perangkat IT, dan produk. Itu kan kewajiban, jadi ini yang sedang disiapkan oleh bank syariah," katanya.

Menurutnya, masyarakat harus mendukung perbankan syariah diterapkan di Aceh, karena prinsip syariah digunakan secara ril dan mendukung usaha mikro kecil menengah.

“Contohnya, bank syariah tidak pernah memberikan kredit, atau pinjaman uang, namun bank ini akan memberikan keperluan usaha kepada masyarakat,” katanya.

"Biasanya menggunakan sistem akad kongsi, nanti modal diberikan, dan setelah itu nasabah bisa bekerja." | Rio Syahrany

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...