Peduli Korban Bencana Sulteng, Pemerintah Aceh Galang Donasi dan Aktifkan Media Center

Peduli Korban Bencana Sulteng, Pemerintah Aceh Galang Donasi dan Aktifkan Media Center
KM Sabuk Nusantara 39 terdampar di antara rumah warga setelah tsunami melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). KM Sabuk Nusantara 39 terhempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari Pelabuhan Pantoloan. (AP Photo/Tatan Syuflana)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerukan instansi pemerintah, Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor swasta, dan masyarakat, agar membantu korban bencana Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Prokol Setda Aceh Rahmad Raden, kepada awak media, Selasa (2/10/2018).

Menindaklanjuti seruan tersebut, jelas Rahmad, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teungku Ahmad Dadek, telah menggelar rapat koordinasi bertajuk Aceh Peduli Korban Bencana Palu dan Donggala, Senin (1/10/2018).

“Rapat koordinasi ini, menyepakati penggunaan Rekening Khusus Gempa dan Tsunami Palu di BRI KPC Penayong, No: 2056-01-000365-30-2, mengaktifkan Media Center di Biro Humas Setda Aceh, dan mempersiapkan para relawan untuk menuju lokasi bencana,” kata Rahmad.

Selain membuka rekening khusus, lanjutnya, Pemerintah Aceh akan menggalang donasi dari pejabat dan staf instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat melalui acara amal, maupun pada area bebas kenderaan (car free day).

“Donasi yang telah terkumpul per 1 Oktober 2018 pukul 16.00 WIB, sebesar Rp.301.995.000. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah,” kata Rahmad.

“Luka Palu dan Donggala merupakan duka kita dan kini saatnya membantu saudara-saudara kita di sana.”

Rahmad mengatakan, Media Center di Biro Humas dan Protokol Setda Aceh juga telah diaktifkan. Media Ceter itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan bila ada keluarganya di Sulawesi Tengah, melalui Telp/WA : 08116-88-66-55.

"Tim Media Center akan berusaha mencari tahu keadaanya pascabencana melalui koordinasi dengan instansi terkait di Sulawesi Tengah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Aceh akan mengirimkan sejumlah relawan yang telah menyatakan kesiapannya menuju wilayah bencana, seperti Palu, Sigi, dan Donggala. Para relawan itu antara lain dari Tagana sebanyak 10 orang, ACT sebanyak 5 orang, dan dari BPBA sebanyak 3 orang.

"Relawan yang hendak membantu korban bencana harus mempersiapkan finansial dan logistik yang memadai agar dapat membantu korban secara optimal," tutup Rahmad.

Rapat koordinasi yang digelar di Aula BPBA Aceh itu dihadiri, Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Aceh, Tagana, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), relawan Aksi Cepat Tanggap, Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Ketua Forum Jurnalis Aceh Peduli Bencana. (Adv)

Rubrik

Komentar

Loading...