Pedagang Rokok Illegal ini Tak Sadar Dibuntuti Petugas, Diciduk saat Buat Laporan di Polresta Banda Aceh

Pedagang Rokok Illegal ini Tak Sadar Dibuntuti Petugas, Diciduk saat Buat Laporan di Polresta Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi menangkap seorang pengedar rokok illegal di wilayah Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

Pelaku yang ditangkap berinisial R. Bersama pelaku, petugas ikut mengamankan 100 slop rokok illegal tanpa pita cukai senilai Rp 17 juta.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Ryanto mengatakan, kronologi penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh petugas Polsek Ulee Kareng terkait adanya peredaran rokok palsu.

“Kemudian petugas membuntuti R di wilayah Ulee Kareng pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Lalu pelaku merasa curiga karena dibuntuti oleh petugas yang berpakaian preman,” ungkap Trisno kepada wartawan di Mapolresta Banda Aceh, Senin (5/11/2018).

Lanjut Trisno, pelaku kemudian mendatangi Mapolresta Banda Aceh untuk melaporkan terkait perlakuan yang tidak menyenangkan.

“Jadi pelaku itu datang ke Polresta untuk melaporkan anggota polisi yang membuntuti dirinya. Dia risih dan merasa tidak nyaman karena diikuti oleh polisi,” ujar Trisno.

Namun tanpa disadari, petugas langsung menciduk pelaku tanpa harus melakukan pengejaran.

“Jadi pelaku kita tangkap langsung di Mapolresta Banda Aceh saat membuat laporan itu. Bersama pelaku ikut kita amankan 100 slop rokok tanpa pita cukai," kata Trisno.

Kini kasus tersebut telah diserahkan ke pihak Bea Cukai Banda Aceh untuk dilakukan penyelidikan.

“Jadi kasus ini kita serahkan ke pihak Bea Cukai, nanti apakah pelaku melanggar hukum atau tidak, itu ditangani oleh pihak Bea Cukai,” tegas Trisno.

Trisno mengungkapkan, rokok illegal tersebut belum sempat diedarkan di Banda Aceh. Pihaknya juga masih menelusuri jaringan pengedar rokok palsu tersebut.

“Jadi belum sempat beredar sudah keburu ditangkap,” katanya.

Menurut hasil pengamatan, rokok illegal tersebut diproduksi oleh Leadon Tobaco yang berada di Amerika. | MAG 002

Rubrik

Komentar

Loading...