Pecatan Polisi Penikam Ustaz di Aceh Tenggara Minum Tuak Sebelum Beraksi

Pecatan Polisi Penikam Ustaz di Aceh Tenggara Minum Tuak Sebelum Beraksi

BERITAKINI.CO, Kutacane | Polisi masih terus menyelidiki motif dibalik aksi penikaman yang dilakukan MA (37) terhadap Ustaz M Zaid pada Kamis malam, 29 Oktober 2020.

Tersangka pelaku yang merupakan pecatan polisi dan warga Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, itu pun masih terus menjalani pemeriksaan di Mapolres Aceh Tenggara.

Kapolres Aceh Tenggara melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Suparwanto mengatakan, tersangka tidak kooperatif dan lebih banyak diam saat menjalani pemeriksaan.

Namun dia sempat mengaku bahwa mengonsumsi tuak sebelum aksi penusukan itu dilakukan. Tuak adalah sejenis minuman keras tradisional.

MA juga berkilah bahwa bukan dia yang melakukan penikaman tersebut. "Tersangka malah tidak mengakui ada melakukan penganiayaan tersebut," kata Suparwanto, Jumat (30/10/2020).

"Sikap pelaku saat diperiksa penyidik tidak kooperatif," katanya.

Sementara Kapolsek Lawe Bulan Iptu Nurshodik menyatakan, dari informasi sejumlah masyarakat di sekitar tempat tinggal tersangka, MA memang kerap diketahui meminum tuak.

"Bahkan sikapnya pun sejak beberapa tahun terakhir terbilang jarang bergaul," kata Nurshodik.

Selain itu, kata dia, tersangka penikaman juga kerap menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Terlebih setelah ia dipecat dari kepolisian pada 2017 lalu.

"Mungkin hal itu menjadi pemicu sehingga pelaku kerap ribut dengan sejumlah orang," jelas Nurshodik.

Rubrik

Komentar

Loading...