Penahanan Tiga Lansia, PB HAM Pidie Ajukan Penangguhan ke PN Sigli

Penahanan Tiga Lansia, PB HAM Pidie Ajukan Penangguhan ke PN Sigli

BERITAKINI.CO, Sigli | Pos Bantuan Hukum-Hak Asasi Manusia (PB-HAM) Pidie mengajukan penangguhan penahanan terhadap dua dari tiga orang lansia yang sedang terjerat kasus hukum pemalsuan data pada sertifikat tanah di kabupaten tersebut.

Ketiga lansia itu adalah Muhammad Usman (76) dan istrinya Rubiah (70), asal Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie; serta seorang keujruen blang (spesialis di bidang penataan pertanian) Zulkifli Suud (76) warga Neulop Reubee, Kecamatan Delima, Pidie.

Kejari Pidie sebelumnya menahan ketiganya sesaat setelah berkas perkara tersebut dilimpahkan penyidik Polres Pidie. 

Rina Mutia (26), cucu dari pasutri lansia tersebut, mengajukan penangguhan dan penyidik mengabulkan penangguhan namun hanya untuk Rubiah. Sedangkan Muhammad Usman dan Zulkifli Suud tetap ditahan.

Kini perkara itu telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sigli untuk proses sidang.

Baca: Jadi Jaminan Pasutri Lansia, Gadis Pidie Ini Batalkan Beasiswa Hafiz

Koordinator PB-HAM Pidie, Said Safwatullah mengatakan, penahanan terhadap para lansia tersebut telah menjadi isu nasional dan menjadi perhatian banyak pihak.

Menurut Said, keputusan menahan tersebut sangat tidak tepat, terutama karena para tersangka telah lanjut usia.

"Di usia senja seperti ini, mereka seharusnya tidak ditahan, lagian tidak mungkin melarikan diri," ujar Said Safwatullah kepada BERITAKINI.CO, Rabu (22/1/2020).

Ia menyebutkan sudah mendapatkan surat kuasa dari para terdakwa melalui Rina Mutia, cucu dari Muhammad Usman untuk mendampingi para terdakwa. PB-HAM Pidie pun akan pengajuan surat penangguhan penahanan kepada Pengadilan Negeri Sigli.

"Hari ini, kami secara bersama-sama ke PN Sigli untuk mengupayakan agar para terdakwa dikabulkan menjadi tahanan kota atau tahanan rumah, pokoknya jangan lagi di penjara," ujar Said.

Kemudian, PB-HAM juga akan mendampingi terdakwa atas perkara dugaan pemalsuan data sertifikat tanah di persidangan nanti. 

Baca: Penahanan Pasutri Lansia, Kajari Pidie: Kita Harus Penuhi Juga Hak-hak Korban

"Intinya, kita akan perkuat di persidangan pidana dengan saksi-saksi yang meringankan untuk menjelaskan asal usul tanah, apakah lahan tersebut tanah garapan atau tanah milik pelapor," paparnya.

Rubrik

Komentar

Loading...