Pasukan Perdamaian RI Ditangkap, Polri Kirim Anggota ke Sudan

Pasukan Perdamaian RI Ditangkap, Polri Kirim Anggota ke Sudan

BERITAKINI.CO, Jakarta| Pasukan perdamaian RI di Sudan tertahan karena diduga menyelundupkan senjata. Atas kejadian itu, Polri mengirim lima personel dari Divisi Hubungan Internasional ke Sudan untuk berkomunikasi dengan pihak terkait.

"Polri akan mengirim personel ke Sudan untuk melihat bagaimana proses tersebut, untuk mendalami, dan berkomunikasi dengan pihak terkait di sana. Kedubes kita ada di sana, lalu ke UNAMID," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).

Martinus menegaskan Pasukan FPU VIII pimpinan AKBP Jhon Huntal Hutajulu itu bukan ditangkap, melainkan tertahan.

Baca : Pasukan Perdamaian PBB Asal RI Ditangkap di Sudan

"Saya tegaskan, mereka bukan ditangkap, tapi tertahan untuk kepulangan mereka. Bukan ditangkap ya, mereka tinggal di transit camp di sana. Karena tempat mereka di Garuda Camp sudah diisi FPU IX," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasukan Garuda Bhayangkara II FPU VIII telah selesai menyelesaikan tugasnya dan akan kembali ke Tanah Air. Namun mereka tertahan karena petugas Bandara Al-Fashir, Sudan, menemukan kontainer berisi senjata yang diduga akan diselundupkan.

Namun Martinus menjelaskan barang tersebut sudah ada sebelum pasukan dari RI tiba di bandara. Bahkan warna benda tersebut berbeda dengan milik Indonesia. Ketika semua kontainer milik pasukan Indonesia lolos, ada seorang WN Sudan yang memasukkan kontainer asing tersebut ke mesin sinar-X dan petugas menduga itu adalah senjata yang hendak diselundupkan oleh pasukan RI.

"Warnanya beda, bukan pakai label Indonesia. Dipastikan itu bukan berasal dari pasukan Indonesia menurut komandan satgas FPU VIII," kata Martinus. Polri membantah anggapan bahwa senjata yang diduga diselundupkan itu merupakan milik pasukan Garuda Bhayangkara II Kontingen Formed Police Unit (FPU) VIII.

"Tanggal 15 Januari pagi berangkat pasukan dari Garuda Camp tempatnya. Di situ barang dimasukkan semua, sudah ada pemeriksaan di sana. Masuklah barang-barang mereka ke dalam dua kontainer. Sebanyak 40 orang mengawal kontainer itu (anggota FPU) sampai di bandara 3 jam berikutnya, 40 orang ini membantu menurunkan barang," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. (*)

Sumber
Detik.com

Komentar

Loading...