Paska PDP Meninggal di RSUDZA, Tenaga Medis di RS Arun Diisolasi Mandiri

Paska PDP Meninggal di RSUDZA, Tenaga Medis di RS Arun Diisolasi Mandiri

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Seluruh tenaga medis Rumah Sakit Arun yang sempat menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berinisial AA (56) yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Zainoel Abidin, menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Iya, mereka kita karantina mandiri di rumah masing-masing, paramedis yang pernah merawat pasien tersebut semua kita karantina, bahkan orang yang sudah berinteraksi langsung dengan pasien AA juga kita karantina," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dr. Said Alam Zulfikar saat dikonfirmasi BERITAKINI,CO, Rabu (25/3/2020).

Proses karantina akan berlangsung selama 14 hari ke depan. “Selama itu pula mereka tidak diperbolehkan berinteraksi dengan orang lain,” katanya.

Baca: Satu PDP Corona yang Meninggal di RSUDZA Sempat Dirawat di RS Arun

"Kita belum bisa menyebutkan berapa jumlahnya, saya harap masyarakat jangan panik, karena sejauh ini hasil laboratorium terhadap pasien AA tersebut belum keluar.”

Adapun langkah karantina tersebut, kata Said, sebagai bentuk antisipasi.

Seperti diberitakan, satu Pasien Dalam Pengawasan virus Corona meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Senin  23 Maret 2020 lalu.

Diagnosa terakhir, pasien berinisial AA tersebut mengidap gagal nafas et causa pneumonia suspect covid-19.

"Kenapa diduga covid-19, karena memang gejalanya mengarah ke sana, namun sekali lagi hasil laboratoriumnya belum ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif pada Senin lalu.

Jika pun hasilnya positif, kata Hanif, nantinya akan diumumkan di Jakarta.

Hanif mengatakan, korban sempat menjalani perawatan di RS Arun sejak 16 Maret 2020. Dan dirujuk ke RSUDZA pada 20 Maret 2020.

"Sebelumnya korban melakukan perjalanan dinas pada 3 Maret 2020 ke Surabaya," katanya. 

Rubrik
PEMERINTAH ACEH 2020 14-Cabut Maklumat

Komentar

Loading...