Pasien OTG Covid-19 Ogah Tempati Gedung Isolasi Senilai Rp 1,4 Miliar di Aceh Tenggara

Pasien OTG Covid-19 Ogah Tempati Gedung Isolasi Senilai Rp 1,4 Miliar di Aceh Tenggara
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Kutacane | Pemerintah Aceh Tenggara telah merampungkan Gedung Balai Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Namun hingga saat ini, ruang-ruang isolasi yang telah menelan anggaran hingga Rp 1,4 miliar itu, tak juga ditempati.

Total ada sebanyak 15 ruangan yang telah dijadikan tempat isolasi bagi warga yang terpapar atau terkonfirmasi positif Corona namun tak memiliki gejala klinis tersebut.

Adapun proses rehabnya dilakukan sejak Agustus 2020 lalu.

Pada 22 Agustus 2020, ruang isolasi itu pun telah resmi diluncurkan oleh Asisten III Setdakab, Sudirman didampingi Kadis Kesehatan Zainuddin.

Informasi yang diperoleh, rehab gedung menelan anggaran senilai Rp 950 juta yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Aceh bersifat khusus.

Selain itu, digelontorkan juga senilai Rp 450 juta untuk pengadaan perlengkapan medis dan non-medis bagi ruangan isolasi tersebut.

Kasubag Program dan Humas Dinas Kesehatan Agara, Maulana yang dikonfirmasi membenarkan jika rehab gedung isolasi tersebut sudah selesai. Namun baru 6 kamar yang sudah bisa ditempati.

“Dari 6 kamar, tersedia sedikitnya ada 14 tempat tidur dan lemari dengan standar medis untuk warga terpapar Covid-19 terutama yang OTG menjalani isolasi," kata Maulana.

Namun terdapat sejumlah barang yang belum tiba di gedung isolasi tersebut.

“Untuk tempat tidur ada sebanyak 29 unit, mantras 29 unit, dan lemari ada sekitar 27 unit," katanya.

Ia menegaskan, persoalan yang terjadi saat ini warga yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 belum ada yang mau menjalani isolasi di lokasi tersebut.

“Intinya, tempat isolasi beserta perlengkapannya sudah kita sediakan lengkap di sana, namun warga yang enggan dan tak mau menjalani isolasi," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...